Boyolali – Kemarau panjang mulai mengubah kehidupan warga Dukuh Bogor Krajan, Desa Bojong, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali. Bukan sekadar sumur yang mengering, kebutuhan paling dasar manusia air bersih kini menjadi barang yang harus diperjuangkan.
Selama hampir empat bulan hujan tak kunjung turun. Sungai, sumur, dan sejumlah sumber air yang selama ini menjadi andalan warga perlahan kehilangan debit hingga akhirnya tak lagi mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi semakin memprihatinkan ketika warga mengaku harus “berpuasa air” selama empat hari karena kesulitan mendapatkan air yang layak untuk kebutuhan rumah tangga.
“Puji syukur alhamdulillah sudah diberikan bantuan. Sudah empat hari ini kami harus berpuasa air. Sudah sekitar empat bulan tidak ada hujan. Biasanya bulan Agustus masih ada kiriman hujan, tetapi tahun ini tidak ada. Musim kemarau tahun ini sangat panjang,” ujar Rusmin, warga setempat, Jumat (4/9/2026).
Krisis air tersebut akhirnya mendapat perhatian jajaran Kodim 0724/Boyolali. TNI turun langsung menyalurkan bantuan air bersih ke Dukuh Bogor Krajan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan.
Bagi warga, bantuan tersebut bukan sekadar air yang datang menggunakan kendaraan distribusi. Air itu menjadi napas lega setelah empat hari mereka menahan kebutuhan paling mendasar.
Rusmin menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Kodim 0724/Boyolali, yang hadir ketika warga tengah menghadapi kesulitan.
“Terima kasih TNI, Kodim 0724/Boyolali. Bantuan air ini sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.
Penyaluran bantuan tersebut sekaligus menunjukkan kehadiran TNI di tengah persoalan masyarakat. Di saat sumber air mengering dan kemarau belum menunjukkan tanda berakhir, kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan berbagai pihak menjadi penting agar warga tidak kembali menghadapi kondisi serupa.
Bagi warga Bogor Krajan, persoalannya sederhana tetapi sangat serius: ketika hujan tak kunjung datang, air bukan lagi sekadar kebutuhan—melainkan kebutuhan untuk bertahan hidup.
(Agus Kemplu)











