NAGAN RAYA, Radarbangsa.Net – Personel Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Aceh bersama Ditresnarkoba Polda Aceh melaksanakan operasi penemuan dan pemusnahan ladang ganja di Desa Blang Merandeh, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Sabtu (31/10/2026) sekira pukul 09.00 WIB.
Kegiatan operasi tersebut dipimpin langsung oleh Wadirresnarkoba Polda Aceh, AKBP Andy Sumatra, S.I.K., M.H., dan Danki 1 Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Aceh, Abdi Rama Suria
Wadirresnarkoba Polda Aceh, AKBP Andy Sumatra, S.I.K., M.H.,, Dalam pelaksanaan operasi ini menjelaskan, petugas berhasil menemukan ladang ganja di 3 (tiga) titik lokasi dengan rincian sebagai berikut:- Titik pertama: ladang ganja dengan luas sekitar 21 hektare, Titik kedua ladang ganja dengan luas sekitar 17 hektare, Titik ketiga, ladang ganja dengan luas sekitar 19 hektare.
Dengan demikian, total luas ladang ganja yang ditemukan dari ketiga titik tersebut diperkirakan mencapai 57 hektare.
Selanjutnya, personel gabungan melaksanakan tindakan pemusnahan terhadap tanaman ganja yang ditemukan di lokasi tersebut sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Penemuan ladang ganja di tiga titik dengan total luas sekitar 57 hektare menunjukkan masih adanya aktivitas penanaman tanaman ganja secara ilegal yang memerlukan perhatian serius dari aparat penegak hukum.
Kegiatan operasi dan pemusnahan tersebut merupakan bentuk komitmen Polda Aceh dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika, khususnya tanaman ganja, di wilayah hukum Polda Aceh.
Ia menegaskan,Ke depan, masih dimungkinkan terdapat lokasi penanaman ganja lainnya yang belum terdeteksi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kegiatan patroli, monitoring, dan penyelidikan terhadap lokasi yang diduga menjadi tempat penanaman ganja, serta koordinasi berkelanjutan antara Sat Brimob Polda Aceh dan Ditresnarkoba Polda Aceh dalam upaya pemberantasan narkotika. tegasnya
Selama pelaksanaan kegiatan operasi dan pemusnahan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif, serta tidak ditemukan adanya gangguan menonjol yang dapat menghambat jalannya kegiatan.










