SIGLI – Langkah menuju penegerian Perguruan Tinggi Islam (PTI) Al-Hilal Sigli menjadi IAIN Al-Hilal Sigli semakin menunjukkan titik terang. Tim Fasilitasi Penegerian kembali melakukan konsultasi strategis dengan Rektor IAIN Ar-Raniry sekaligus Ketua Kopertais Wilayah V Aceh, Prof. Mujiburrahman, Jumat (4/9/2026).

Pertemuan yang dipandu Dr. Bustami Abu Bakar, M.Hum., selaku Sekretaris Kopertais sekaligus Ketua Tim Pengarah Eksternal Penegerian Al-Hilal Sigli, secara khusus membahas pemenuhan sejumlah persyaratan penting dalam proses alih bentuk dan alih status perguruan tinggi.

Tiga kebutuhan utama menjadi perhatian, yakni tenaga dosen berkualifikasi Lektor Kepala, tenaga kependidikan bidang kepustakaan digital, serta akses terhadap jurnal ilmiah terakreditasi.

IAIN Ar-Raniry Nyatakan Komitmen Penuhi Permohonan

Ketua Tim Fasilitasi Penegerian PTI Al-Hilal Sigli, Dr. H. Nadhar Putra, M.Si., menyampaikan apresiasi atas dukungan IAIN Ar-Raniry terhadap proses penegerian tersebut.

“Alhamdulillah, permohonan kita semuanya dipenuhi oleh Bapak Rektor. Insya Allah Senin dipastikan tim sudah menerima tambahan enam nama dosen dengan kualifikasi Lektor Kepala dan dua nama pustakawan digital yang akan diperbantukan ke Al-Hilal,” ujar Dr. Nadhar.

Dukungan tersebut tidak hanya menyangkut sumber daya manusia. IAIN Ar-Raniry juga memberikan akses terhadap jurnal ilmiah terakreditasi yang dibutuhkan dalam pemenuhan dokumen persyaratan.

“Pak Rektor juga memfasilitasi jurnal terakreditasi UIN Ar-Raniry untuk kita akses, kita cetak dan masukkan ke repository Al-Hilal. Semua ini adalah upaya kita untuk memenuhi persyaratan alih bentuk dan alih status PTI Al-Hilal Sigli menjadi IAIN Al-Hilal Sigli, sesuai Peraturan Menteri Agama RI Nomor 13 Tahun 2024,” jelasnya.

Progres Dokumen Capai 80 Persen

Di tengah pemenuhan persyaratan akademik dan kelembagaan, Tim Fasilitasi saat ini juga terus mengebut penyelesaian dua dokumen utama yang menjadi bagian penting dalam proses penegerian.

Dokumen pertama adalah Studi Kelayakan, yang memetakan kondisi eksisting Al-Hilal serta tingkat kesiapan menuju perguruan tinggi negeri. Kajian tersebut mencakup kesiapan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, sarana dan prasarana ruang kuliah, lahan kampus, ruang dosen, perkantoran, perpustakaan, laboratorium, aula hingga berbagai fasilitas penunjang lainnya.

Analisis studi kelayakan tersebut dilakukan menggunakan metode SWOT, sehingga kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan Al-Hilal dapat dipetakan secara komprehensif.

Dokumen kedua berupa Proposal Alih Bentuk dan Alih Status, yang diperkuat dengan lima dokumen strategis, yakni:

Rencana Induk Pengembangan (RIP) IAIN Al-Hilal Sigli 2027–2046;

Rencana Strategis IAIN Al-Hilal Sigli 2027–2031;

Statuta IAIN Al-Hilal Sigli;

Organisasi dan Tata Kerja (Ortaker) IAIN Al-Hilal Sigli; dan

Dokumen Serah Terima Aset dari Yayasan Al-Hilal Sigli kepada Pemerintah RI cq. Menteri Agama, termasuk skema serah terima tenaga dosen dan tenaga kependidikan.

“Banyak sekali dokumen yang mesti kita penuhi. Saat ini progresnya sudah mencapai 80 persen,” tegas Dr. Nadhar.

Dukungan Lintas Pimpinan IAIN Ar-Raniry

Dalam konsultasi tersebut, Rektor IAIN Ar-Raniry turut didampingi Wakil Rektor III, Kepala LPM, Kepala Biro Administrasi Umum, serta Kabag Personalia.

Kehadiran jajaran pimpinan tersebut memperlihatkan dukungan kelembagaan terhadap upaya pemenuhan berbagai kebutuhan yang masih diperlukan oleh PTI Al-Hilal Sigli dalam proses menuju status perguruan tinggi negeri.

Dengan dukungan tambahan sumber daya manusia, akses jurnal ilmiah terakreditasi, serta penyelesaian dokumen yang kini telah mencapai sekitar 80 persen, Tim Fasilitasi Penegerian optimistis IAIN Al-Hilal Sigli segera terwujud sebagai perguruan tinggi negeri pertama di Kabupaten Pidie.

Namun, target tersebut tetap bergantung pada terpenuhinya seluruh persyaratan dan tahapan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.