PIDIE – Upaya meningkatkan konektivitas wilayah dan mempermudah mobilitas masyarakat terus dilakukan di wilayah Kodim 0102/Pidie. Kali ini, pembangunan jembatan beton yang menghubungkan Desa Sukon Paku dengan Desa Jurong Baro, Kecamatan Glumpang Baro, Kabupaten Pidie, mulai dikerjakan guna mendukung kelancaran akses transportasi serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Senin (12/10/2026).

Pembangunan jembatan tersebut merupakan wujud kepedulian pemerintah pusat di wilayah teritorial Kodim 0102/Pidie,bagian dari upaya memperkuat infrastruktur penghubung antardesa, sehingga masyarakat diharapkan dapat menikmati akses perjalanan yang lebih mudah, aman, dan lancar. Keberadaan jembatan ini juga diharapkan mampu menunjang aktivitas warga, termasuk dalam mengangkut hasil pertanian dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dandim 0102/Pidie melalui Kapten Czi Putut Ariyanto selaku pengawas pembangunan menjelaskan, jembatan beton yang sedang dikerjakan tersebut merupakan bantuan presiden Republik Indonesia untuk mempermudah akses masyarakat,

memiliki panjang 13 meter, lebar 5 meter, dan tinggi 4,65 meter. Sementara itu, struktur abutment atau kepala jembatan dirancang dengan panjang 5 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 4,65 meter.

“Pembangunan jembatan ini dilaksanakan secara bertahap dengan memperhatikan tahapan pekerjaan dan spesifikasi teknis yang telah ditentukan. Kami terus melakukan pengawasan agar setiap tahapan berjalan sesuai rencana, sehingga hasil pembangunan nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelas Kapten Czi Putut Ariyanto.

Dalam pelaksanaannya, pekerjaan konstruksi melibatkan tim teknisi khusus pembangunan jembatan yang didukung oleh personel Kodim 0102/Pidie. Pengawasan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan proses pengerjaan berjalan sesuai tahapan yang direncanakan.

Hingga Senin (12/10/2026), progres pembangunan secara keseluruhan telah mencapai 15 persen. Adapun sejumlah tahapan pekerjaan yang telah dilaksanakan meliputi penggalian abutment mencapai 100 persen, pemasangan bouwplank 100 persen, pekerjaan buis beton 75 persen, serta pengecoran buis beton mencapai 50 persen.

Sementara itu, pekerjaan lantai dasar pondasi foot plate telah mencapai 50 persen, pembuatan cetakan abutment 50 persen, dan pekerjaan pondasi abutment mencapai 60 persen.

Tahapan pekerjaan selanjutnya akan difokuskan pada kelanjutan pemasangan dan pengecoran buis beton, pengerjaan pondasi foot plate, serta pembangunan pondasi abutment sebagai bagian penting dalam menopang konstruksi jembatan.

Meski pelaksanaan pembangunan kerap dihadapkan pada kondisi cuaca yang kurang bersahabat, terutama hujan yang sering turun pada sore hari, kegiatan pengerjaan tetap berlangsung dengan semangat dan komitmen tinggi dari seluruh personel serta tim teknisi yang terlibat.

Secara umum, proses pembangunan jembatan beton di wilayah Koramil 25/Glumpang Baro, Kodim 0102/Pidie, berjalan lancar. Koordinasi dan pengawasan terus dilakukan untuk menjaga kelancaran setiap tahapan pekerjaan dengan tetap memperhatikan aspek teknis dan keselamatan kerja.

Melalui pembangunan jembatan ini, diharapkan hubungan antardesa semakin terbuka, mobilitas masyarakat semakin mudah, serta akses terhadap berbagai kegiatan ekonomi dan pelayanan masyarakat semakin baik.

Pembangunan tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen TNI AD dalam mendukung pembangunan wilayah dan membantu mengatasi kesulitan masyarakat melalui penyediaan infrastruktur yang bermanfaat langsung bagi kehidupan warga.

TNI hadir untuk rakyat, bekerja membangun negeri, dan memperkuat konektivitas desa demi kesejahteraan masyarakat.