SIGLI – Pemerintah Kabupaten Pidie mulai mematangkan langkah untuk menggelar Turnamen Sepakbola Piala Bupati Pidie Tahun 2026. Bukan sekadar perebutan gelar juara, turnamen ini ditargetkan menjadi panggung seleksi pemain muda terbaik dari 23 kecamatan yang nantinya diproyeksikan memperkuat Kabupaten Pidie di berbagai ajang olahraga.

Persiapan turnamen dibahas dalam rapat yang berlangsung di Pendopo Bupati Pidie, dihadiri langsung Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, M.H. Rapat dipimpin Kepala Dinas Pariwisata, Ekraf, Pemuda, dan Olahraga Pidie Teuku Iqbal, S.STP., M.Si., CPLM. Kamis (8/10/2026)

Turnamen yang mengusung tema “Meutaloe Wareh Nibak Seumangat Sipakban, Bersatu Menuju Prestasi Sepakbola Pidie” tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14–27 November 2026 di Stadion Blang Paseh, Sigli.

Yang menjadi sorotan utama adalah aturan usia. Peserta dibatasi maksimal 19 tahun, yakni pemain yang lahir mulai 1 Januari 2007. Kebijakan ini menegaskan bahwa Piala Bupati Pidie 2026 diarahkan sebagai kompetisi pembinaan, bukan sekadar ajang mengejar trofi.

Bupati Pidie menegaskan, turnamen tersebut harus mampu melahirkan pemain-pemain muda potensial yang dapat dipersiapkan untuk memperkuat tim Kabupaten Pidie pada berbagai event olahraga ke depan.

Artinya, setiap kecamatan tidak hanya dituntut mengirim tim, tetapi juga dituntut mampu menunjukkan kualitas pemain lokal terbaiknya.

Para camat juga diminta mengambil peran sebagai manager tim dari masing-masing kecamatan. Dengan demikian, keberhasilan turnamen bukan hanya berada di pundak panitia, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh unsur kecamatan dan stakeholder sepakbola Pidie.

Ketua Umum KONI Kabupaten Pidie Muhammad, S.Pd.I., turut menegaskan bahwa suksesnya turnamen membutuhkan keterlibatan semua pihak. Para camat yang menjadi penanggung jawab klub dari masing-masing kecamatan diharapkan tidak sekadar hadir secara administratif, tetapi ikut memastikan pembinaan dan kesiapan tim berjalan serius.

Sebanyak 23 kecamatan akan ambil bagian dengan mengutamakan pemain lokal. Pembatasan usia diberlakukan untuk memastikan kompetisi benar-benar menjadi ruang bagi generasi muda Pidie untuk unjuk kemampuan sekaligus membuka jalan menuju pembinaan sepakbola yang lebih terarah.

Jika dikelola secara serius, Piala Bupati Pidie 2026 bukan hanya tentang siapa yang mengangkat trofi di Stadion Blang Paseh. Yang jauh lebih penting adalah siapa pemain muda yang mampu mencuri perhatian, siapa yang layak dipanggil memperkuat Pidie, dan sejauh mana 23 kecamatan mampu melahirkan talenta sepakbola dari daerahnya sendiri.

Turut hadir Ketua Umum PSAP Sigli (Pidie) M. Yusri Syamaun (Amat Tong) selaku Ketua Panpel, Ketua Umum KONI Kabupaten Pidie, serta seluruh camat di Kabupaten Pidie.