Banda Aceh,1-pena.com: Sekretariat Bersama (Sekber) Aceh terus memperkuat konsolidasi guna mengawal percepatan realisasi program kerja Pemerintahan Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh). Minggu (31/5/2026)
Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan silaturahmi dan koordinasi strategis yang diinisiasi Ketua Sekber Aceh Muhammad Kusyasyi atau yang akrab disapa Pangeran, bersama Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Aceh serta Ketua DPD Partai Garuda Aceh, Herman.
Pertemuan itu bertujuan menyatukan langkah berbagai elemen pendukung pemerintahan agar visi dan misi Mualem-Dek Fadh dapat berjalan efektif hingga ke tingkat gampong. Dengan sinergi yang kuat, manfaat program pemerintah diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, terdapat tiga fokus utama yang menjadi prioritas percepatan pembangunan Aceh. Pertama, penciptaan lapangan kerja melalui pembukaan ruang investasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk menekan angka pengangguran. Kedua, penguatan ketahanan pangan dengan mengoptimalkan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan agar Aceh mampu mencapai kemandirian pangan. Ketiga, pemerataan pembangunan di wilayah terpencil melalui peningkatan infrastruktur dan pelayanan publik.
Ketua DPD Partai Garuda Aceh, Herman, menegaskan komitmennya untuk membawa berbagai kebutuhan pembangunan Aceh ke tingkat nasional. Menurutnya, koordinasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Garuda dan kementerian terkait akan terus dilakukan guna mendorong hadirnya program-program strategis nasional di Aceh.
“Kami akan berkoordinasi dengan kementerian terkait dan jajaran Kabinet Merah Putih untuk mendorong program-program strategis nasional masuk ke Aceh, baik untuk pembangunan infrastruktur maupun penguatan ekonomi daerah,” ujar Herman.
Dukungan juga datang dari APDESI Aceh. Para geuchik di seluruh Aceh menyatakan kesiapan mereka untuk mengawal dan mendukung pelaksanaan program pemerintah hingga ke tingkat desa agar berjalan efektif dan tepat sasaran.
Konsolidasi ini dinilai semakin penting mengingat kondisi Aceh yang tengah menghadapi tantangan ekonomi pascabanjir bandang yang melanda sejumlah wilayah. Bencana tersebut berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Muhammad Kusyasyi mengatakan bahwa seluruh elemen pendukung pemerintahan harus tetap optimistis dalam menghadapi berbagai tantangan yang ada.
“Kondisinya memang berat, namun kita tidak boleh menyerah. Kita harus terus berjuang memulihkan keadaan dan memastikan visi-misi Mualem-Dek Fadh tetap berjalan. Ini menjadi momentum bagi Aceh untuk bangkit kembali,” katanya.
Melalui konsolidasi yang terus diperkuat, Sekber Aceh berharap percepatan pembangunan, pemulihan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat segera terwujud di seluruh wilayah Aceh.
(Mj eric karno)











