Banda Aceh – Pelaksanaan tes Computer Assisted Test (CAT) SPPI Kopdes menuai sorotan dari sejumlah peserta. Mereka menilai sistem ujian berbasis komputer yang digunakan dalam seleksi tersebut tidak berjalan optimal dan diduga merugikan peserta. Kamis (7/5/2026)

Salah seorang peserta, Teuku Arif, mengungkapkan adanya berbagai kendala teknis selama proses ujian berlangsung. Menurutnya, sejumlah peserta mengalami kesulitan saat memilih jawaban pada layar komputer.
Ia menyebutkan, beberapa kali klik yang dilakukan peserta tidak terdeteksi oleh sistem. Bahkan, dalam beberapa kasus, jawaban yang telah dipilih justru berubah sendiri ke opsi lain tanpa diketahui penyebabnya.

“Ini bukan persoalan kecil. Ketika peserta sudah yakin memilih jawaban, tetapi sistem justru tidak merespons atau malah mengalihkan ke pilihan lain, maka ini jelas merusak objektivitas hasil ujian,” ujar Teuku Arif

Menurutnya, gangguan tersebut tidak hanya dialaminya secara pribadi, tetapi juga dirasakan oleh banyak peserta lain yang mengikuti tes di lokasi yang sama.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya gangguan sistem maupun kurangnya kesiapan teknis dari pihak penyelenggara sebelum pelaksanaan ujian berlangsung.

Teuku Arif menilai, persoalan teknis dalam ujian berbasis CAT sangat serius karena berkaitan langsung dengan penilaian hasil seleksi peserta.
Ia mengatakan, sistem CAT seharusnya mampu menjamin transparansi, akurasi, dan keadilan dalam proses seleksi. Namun jika sistem justru menimbulkan ketidakpastian, maka validitas hasil ujian dinilai patut dipertanyakan.
Selain itu, ia meminta panitia pelaksana tidak mengabaikan keluhan peserta dan segera memberikan penjelasan resmi terkait berbagai kendala yang terjadi selama ujian.

“Kami menuntut pertanggungjawaban yang jelas. Jika terbukti ada kesalahan sistem, maka sudah seharusnya dilakukan evaluasi bahkan peninjauan ulang hasil ujian. Jangan sampai peserta dirugikan oleh kelalaian teknis,” katanya.

Ia juga mendesak agar dilakukan audit menyeluruh terhadap sistem CAT yang digunakan, termasuk proses uji coba dan kesiapan perangkat sebelum tes dilaksanakan.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses seleksi yang seharusnya berlangsung profesional dan transparan.
Para peserta berharap pihak penyelenggara segera mengambil langkah cepat agar polemik terkait dugaan gangguan sistem tidak menimbulkan keresahan lebih luas di kalangan peserta seleksi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia pelaksana tes CAT SPPI Kopdes belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan sejumlah peserta ujian.