JAKARTA – Sinergi memperkuat kemampuan hidro-oseanografi nasional terus dilakukan. Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M., menyematkan Brevet Kehormatan Hidro-Oseanografi kepada sejumlah pejabat TNI, kementerian, lembaga negara, serta tenaga ahli di atas KRI Canopus-936 yang berlayar di perairan Teluk Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Penyematan brevet tersebut tidak hanya menjadi seremoni penghargaan. Kegiatan ini menjadi simbol apresiasi sekaligus penegasan komitmen bersama dalam memperkuat kemampuan hidro-oseanografi yang memiliki peran strategis, baik untuk kepentingan pertahanan maupun kepentingan nasional.

Sebelum prosesi penyematan, para penerima brevet terlebih dahulu meninjau secara langsung kegiatan survei hidro-oseanografi di kawasan Pantai Festival Ancol. Mereka melihat berbagai tahapan survei, mulai dari kegiatan geodetik, pengukuran garis pantai, meteorologi, survei menggunakan drone, pengamatan pasang surut, hingga praktik levelling.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelayaran menggunakan KAL Alnitak dan KAL Alnilam menuju titik rendezvous KRI Canopus-936. Dalam perjalanan tersebut, para pejabat menyaksikan kegiatan pengukuran arus dan gelombang serta investigasi pipa dan kabel bawah laut yang merupakan bagian dari tugas survei Pushidrosal.

Setibanya di KRI Canopus-936, para penerima brevet mendapatkan pemaparan mengenai kemampuan kapal survei hidro-oseanografi beserta perangkat teknologi yang digunakan dalam mendukung operasi survei. Sejumlah perangkat tersebut antara lain Side Scan Sonar (SSS), Sub Bottom Profiler (SBP), Autonomous Surface Vessel (ASV), Gradiometer, Sparker, C-Node, Autonomous Underwater Vehicle (AUV), Unmanned Aerial Vehicle (UAV), dan Ping Locator.

Teknologi tersebut memiliki fungsi penting dalam menghasilkan data dan informasi mengenai kondisi bawah laut, dasar laut, arus, gelombang, hingga keberadaan berbagai objek atau instalasi bawah laut.

Brevet Kehormatan Hidro-Oseanografi kemudian diberikan kepada sejumlah pejabat strategis, di antaranya Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya TNI Edwin, S.H., M.Han., M.H., Wakil Gubernur Lemhannas Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma, S.E., M.M., M.Sc., Sekjen Kemhan Letjen TNI Tri Budi Utomo, S.E., Kabalog Kemhan Marsdya Yusuf Jauhari, M.Eng., serta Irjen TNI Laksdya TNI Hersan.

Selain itu, brevet juga diterima Pangkormar Letjen TNI (Mar) Endi Supardi, S.E., M.Tr.Opsla., CHRMP., M.M., Dankodiklatal Letjen TNI (Mar) Nur Alamsyah, M.Tr.(Han)., S.E., M.M., Irjenal Laksdya TNI Achmad Wibisono, S.E., CHRMP., Asrena Kasal Laksda TNI H. Krisno Utomo, M.A., M.M., Pangkoarmada III Laksda TNI Dato Rusman S.N., S.E., M.Si., dan Danseskoal Laksda TNI Ariantyo Condrowibowo, M.Tr.Opsla.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan hidro-oseanografi tidak hanya berkaitan dengan pemetaan laut, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam mendukung pengambilan keputusan, keselamatan pelayaran, pengelolaan wilayah laut, pembangunan nasional, serta kepentingan pertahanan negara.

( Ag )