JAKARTA – Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL) meneguhkan kembali komitmen menjaga soliditas, persaudaraan, dan semangat pengabdian para purnawirawan TNI Angkatan Laut dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-40. Penegasan itu mengemuka dalam acara syukuran HUT ke-40 PPAL yang digelar di Balai Samudera, Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

Empat dekade perjalanan PPAL tidak sekadar menjadi catatan usia organisasi, tetapi juga menjadi bukti panjangnya ikatan persaudaraan keluarga besar purnawirawan TNI AL. Dalam suasana khidmat dan penuh keakraban, para senior TNI AL berkumpul untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat tekad melanjutkan pengabdian meski telah meninggalkan kedinasan aktif.

Rangkaian acara diawali Tarian Garuda Nusantara, dilanjutkan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PPAL, foto bersama, pembacaan doa, serta pemutaran video perjalanan PPAL. Momentum tersebut kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Umum PPAL Laksamana (Purn.) Yudo Margono, S.E., M.M., yang menekankan pentingnya menjaga persatuan dan soliditas organisasi.

“Empat puluh tahun merupakan perjalanan panjang yang telah dilalui PPAL. Momentum syukuran ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga persatuan, kekeluargaan, dan soliditas. Meskipun telah purna tugas dari kedinasan, semangat pengabdian kepada bangsa dan negara tidak boleh berhenti,” ujar Yudo Margono.

Menurutnya, PPAL harus tetap menjadi rumah besar bagi para purnawirawan TNI AL, bukan hanya sebagai wadah berhimpun, tetapi juga sebagai ruang memperkuat silaturahmi, memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan anggota, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

“Memasuki usia ke-40, PPAL harus semakin solid, mandiri, dan mampu memberikan manfaat bagi anggota beserta keluarga. Pengabdian tidak mengenal batas usia maupun masa kedinasan,” tegasnya.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Umum Pepabri Jenderal (Purn.) Agung Gumelar serta sejumlah mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) dan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal), di antaranya Laksamana (Purn.) Tanto Koeswanto, Laksamana (Purn.) Indroko Sastrowiryono, Laksamana (Purn.) Bernard Kent Sondakh, Laksamana (Purn.) Slamet Soebijanto, Laksamana (Purn.) Tedjo Edhy Purdijatno, Laksamana (Purn.) Agus Suhartono, Laksamana (Purn.) Ade Supandi, Laksamana (Purn.) Siwi Sukma Adji, dan Laksamana (Purn.) Sumarjono.

Kehadiran para senior TNI AL tersebut memperlihatkan kuatnya kesinambungan hubungan antargenerasi dalam keluarga besar TNI Angkatan Laut. Turut hadir perwakilan PPAD, PPAU, PPPOLRI, jajaran Pengurus PPAL, Ketua PIPAL beserta pengurus, serta keluarga besar purnawirawan TNI AL.

Dalam kesempatan tersebut, PPAL juga menyerahkan tali asih dan penghargaan kepada sejumlah purnawirawan inspiratif. Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi terhadap dedikasi, keteladanan, dan kontribusi yang tetap diberikan setelah menyelesaikan masa pengabdian aktif.

Syukuran HUT ke-40 PPAL kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng, ramah tamah, dan hiburan. Lebih dari sekadar seremoni ulang tahun, kegiatan tersebut menjadi penegasan bahwa semangat persaudaraan, pengabdian, dan kebersamaan tetap menjadi fondasi PPAL dalam menghadapi tantangan ke depan.

Memasuki empat dekade perjalanan, PPAL dituntut tidak berhenti pada menjaga tradisi organisasi. Soliditas harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap kesejahteraan anggota, penguatan persaudaraan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara.

Dengan semangat tersebut, PPAL diharapkan tetap menjadi kekuatan moral dan sosial keluarga besar purnawirawan TNI Angkatan Laut.

(Ag)