JAKARTA – 28 Agustus 2026 Perpindahan warga dari bantaran rel Pasar Gaplok ke Hunian Senen membawa perubahan besar bagi kehidupan Syahrur Rosi (58), warga asal Madura yang selama bertahun-tahun hidup dalam kondisi serba terbatas.
Jika sebelumnya ia bersama warga lainnya harus bertahan di kawasan bantaran rel dengan tempat tinggal beratapkan terpal, kini mereka menempati hunian yang jauh lebih layak.
“Ya bersyukur, bahagia semuanya. Semuanya, yang awalnya dari atap terpal sekarang jadi kayak rumah. Alhamdulillah bahagia semuanya,” kata Syahrur.
Bagi Syahrur, perpindahan tersebut bukan sekadar memindahkan tempat tinggal. Ia menyebut warga mendapatkan kesempatan untuk memulai kehidupan baru dengan kondisi yang lebih manusiawi.
“Dari awal proses pemindahannya dari bantaran rel kereta api Pasar Gaplok ke Hunian Senen, semuanya pada senang warganya karena dikasih tempat sama Pak Prabowo yang lebih layak dari sebelumnya di bantaran rel. Mereka cukup senang dan bersyukur,” ujarnya.
Kebahagiaan warga semakin terasa ketika Presiden RI Prabowo Subianto datang langsung ke Hunian Senen. Bagi Syahrur, momen tersebut terasa istimewa karena menjadi pertemuan keduanya dengan Prabowo.
“Ini sudah kedua kalinya. Yang pertama bertemu di bantaran rel Pasar Gaplok dan kedua di Hunian Senen,” tuturnya.
Kedatangan Prabowo bahkan disebut berlangsung tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada warga. Menjelang magrib, warga diminta berkumpul di lapangan. Di tengah warga yang telah berkumpul, Syahrur kemudian melihat kendaraan Presiden datang dari arah belakang.
“Setelah mau kumpul ternyata ada mobil Pak RI (Prabowo) datang dari belakang. Ya mungkin Pak RI Pak Prabowo Subianto mau kasih surprise buat warga Hunian Senen,” katanya.
Syahrur bukan sosok baru dalam kehidupan warga bantaran rel. Sejak 2010, ia mengaku telah mengelola kawasan tersebut. Setelah warga dipindahkan ke Hunian Senen, tanggung jawab serupa kembali dipercayakan kepadanya, kali ini untuk membantu menjaga keamanan lingkungan hunian.
“Dari 2010 saya yang mengelola di bantaran rel, sampai di sini pun saya dikasih tanggung jawab buat mengamankan di Hunian Senen,” ungkapnya.
Kini, Syahrur menjalani aktivitas sebagai wirausaha. Istri dan anaknya sendiri tinggal di Tangerang.
Ia mengaku bersyukur atas kehidupan baru yang dijalaninya di Hunian Senen. Ucapan terima kasih pun disampaikan kepada Prabowo atas perhatian dan hunian yang diterima warga.
“Buat Pak RI 1 (Prabowo), semoga dengan kebaikan Pak RI, Pak Prabowo, makin sehat, makin sukses, panjang umur, dan sukses terus buat Pak Prabowo Subianto. Terima kasih banyak, Pak, atas kebaikan Pak Prabowo ke warga Hunian Senen,” ucapnya.
Hunian Senen kini dihuni sekitar 69 kepala keluarga dengan total 275 orang. Warga mulai membangun kehidupan bersama dengan semangat gotong royong. Sejumlah kebutuhan seperti air, listrik dapur, keamanan hingga kebersihan lingkungan dipenuhi melalui iuran bersama.
Perubahan itu menjadi kontras nyata dengan kehidupan mereka sebelumnya di bantaran rel. Dari tempat tinggal sederhana beratapkan terpal, kini warga memiliki hunian yang lebih layak sekaligus lingkungan yang mulai ditata secara bersama.
Bagi Syahrur, perubahan tersebut sederhana tetapi sangat berarti.
“Ya bersyukur, bahagia semuanya,” tutupnya.
(Ag)











