Banda Aceh – Ketua Dekranasda Aceh, Hj. Marlina Muzakir, membuka Rakor Dekranasda se-Aceh Tahun 2025 dengan tema “Peran Dekranasda Aceh dalam Rangka Memakmurkan Perajin”. Acara ini dihadiri oleh seluruh Ketua dan perwakilan Dekranasda kabupaten/kota se-Aceh. Sabtu (8/11/2025)

Kak Na, sebagai Ketua Dekranasda Aceh, menekankan pentingnya memperkuat sinergi dan komitmen dalam memajukan ekonomi kreatif daerah. Ia juga mengajak seluruh Ketua Dekranasda di kabupaten/kota untuk turun langsung ke lapangan, mendengar aspirasi perajin, dan membimbing mereka.

Rakor ini juga dirangkaikan dengan peragaan busana (fashion show) yang menampilkan karya perajin dari seluruh Aceh. Selain itu, Pameran Kriya Dekranasda Aceh tahun ini digelar di UMKM Center Bank Aceh, kawasan Lampineung, yang dibuka untuk umum.

Dekranasda Kota Sabang turut berpartisipasi aktif dengan menghadirkan stan pameran eksklusif yang menampilkan beragam produk kerajinan khas Pulau Weh. Kehadiran perwakilan Sabang menjadi bukti nyata komitmen kuat daerah ujung barat Indonesia ini dalam mendukung gerakan besar memajukan perajin Aceh.

Stan Dekranasda Sabang Ny, Nuri Zulkifli H Adam menjadi salah satu daya tarik tersendiri, menampilkan harmoni antara budaya, laut, dan kreativitas lokal yang menjadi ciri khas Pulau Weh. Inovasi produk dan desain yang dihadirkan mencerminkan semangat “dari Sabang untuk Aceh, dari Aceh untuk Indonesia”.

Rakor ini juga diwarnai dengan penyerahan penghargaan khusus kepada tiga Dekranasda kabupaten paling aktif dalam promosi dan pembinaan perajin, yakni Aceh Besar, Aceh Selatan, dan Aceh Timur. Kak Na berharap bahwa penghargaan ini dapat menjadi inspirasi untuk daerah lain agar semakin kreatif dan berinovasi.

Dengan demikian, Rakor Dekranasda Aceh 2025 menjadi tonggak penting kolaborasi daerah dalam memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya. Dekranasda Kota Sabang bersama seluruh kabupaten/kota lainnya berkomitmen melangkah seirama menuju visi besar: “Perajin Sejahtera, Produk Aceh Mendunia”.

(Eric)