Banda Aceh — Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) menegaskan dukungan penuh dan apresiasi terhadap Ketua DPR Aceh, Zulfadli (Abang Samalanga), di tengah dinamika politik dan ketegangan yang terjadi antara DPR Aceh dan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh.
Ketua GMBI, Zulfikar, menyatakan bahwa DPR Aceh merupakan institusi sah yang mewakili suara rakyat, dan tidak boleh dilemahkan oleh tekanan birokrasi maupun manuver politik elite.
“Abang Samalanga tidak sendirian. Kami berdiri tegak bersama beliau. DPR Aceh adalah garis depan demokrasi Aceh, dan setiap upaya untuk mereduksi peran legislatif adalah serangan terhadap demokrasi itu sendiri,” tegas Zulfikar, Senin (2/2/2026).
Zulfikar menyoroti bahwa perang urat saraf yang terjadi antara DPR Aceh dan Sekda Aceh bukan sekadar perbedaan pandangan, melainkan upaya yang berpotensi melemahkan legitimasi lembaga legislatif dan stabilitas politik Aceh.
“Aceh tidak butuh konflik ego elite. Aceh butuh kepemimpinan politik yang kuat, berpihak pada rakyat. Kepemimpinan DPR Aceh di bawah Abang Samalanga adalah fondasi stabilitas politik dan tata kelola pemerintahan yang sehat,” tambahnya.
GMBI menekankan, dukungan ini bukan sekadar simbolik. Organisasi tersebut akan terus memantau dan memastikan DPR Aceh dapat menjalankan fungsinya tanpa tekanan yang melemahkan institusi.
“Kami menegaskan: DPR Aceh harus dihormati. Abang Samalanga harus didukung penuh. Demokrasi Aceh tidak bisa dikompromikan oleh manuver elite. Kami berdiri bersama Abang Samalanga,” pungkas Zulfikar.
GMBI Tegaskan: Abang Samalanga Tidak Sendirian, DPR Aceh Harus Tetap Tegak
Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini









