Jakarta – Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Satu Komando menggelar Seminar Nasional di Hotel Golden Boutique Kemayoran, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai narasumber dari beragam latar belakang untuk membahas isu-isu strategis nasional.
Di sela-sela kegiatan, awak media berkesempatan mewawancarai Adi Kurniawan, pengamat ekonomi sekaligus praktisi keamanan. Dalam keterangannya, Adi menyoroti maraknya aksi demonstrasi yang berkaitan dengan isu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, penyampaian aspirasi melalui demonstrasi merupakan hak setiap warga negara. Namun, ia mengingatkan agar setiap aksi dilakukan berdasarkan fakta dan data yang akurat, bukan atas dasar informasi yang belum terverifikasi.
“Silakan menyampaikan aspirasi, tetapi harus sesuai dengan fakta. Jangan membabi buta. Indonesia adalah negara besar dan pemerintah masih kuat. Jika ada kebijakan yang dinilai kurang baik, mari kita perbaiki bersama,” ujar Adi.
Ia juga menilai bahwa situasi nasional saat ini masih dalam kondisi yang kondusif. Menurutnya, berbagai isu maupun sentimen negatif harus disikapi secara objektif agar tidak memicu keresahan di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Adi mengingatkan bahwa apabila terjadi gejolak besar hingga memicu reformasi kembali, Indonesia berpotensi mengalami kemunduran pembangunan selama 20 hingga 30 tahun. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk lebih mengedepankan perbaikan melalui dialog dan solusi yang konstruktif.
“Saya optimistis Indonesia akan terus maju. Sebagai pihak yang dekat dengan pemerintahan, namun tetap independen, saya melihat masa depan Indonesia masih sangat baik. Optimisme harus terus dijaga karena dengan pesimisme, kemajuan akan sulit dicapai,” pungkasnya.











