VLADIVOSTOK – 3 September 2026 Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengundang kalangan dunia usaha Rusia untuk berinvestasi dan membangun industri bersama di Indonesia.

Ajakan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9). Dalam forum yang dihadiri para kepala negara, pejabat pemerintahan, dan pelaku usaha tersebut, Prabowo menegaskan Indonesia membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas dengan Rusia.

Menurut Prabowo, kerja sama kedua negara tidak hanya diarahkan pada perdagangan, tetapi juga investasi, produksi bersama, pembangunan industri, serta penciptaan nilai tambah yang memberikan manfaat bagi kedua pihak.

“Datanglah ke Indonesia. Bekerjalah bersama kami. Berproduksilah bersama kami. Mari kita membangun industri bersama. Mari kita menciptakan nilai bersama,” kata Prabowo.

Presiden juga memperkenalkan posisi strategis Indonesia sebagai pintu masuk menuju pasar ASEAN dan Indo-Pasifik. Menurutnya, pembangunan industri bersama di Indonesia dapat membuka akses yang lebih luas bagi perusahaan Rusia untuk menjangkau pasar kawasan.

“Dan dari Indonesia, mari kita bersama-sama menjangkau pasar ASEAN dan Indo-Pasifik yang lebih luas,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo turut memperkenalkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat kerja sama investasi Indonesia dan Rusia.

Prabowo menyebut Danantara memiliki aset kelolaan senilai USD 1 triliun dan dapat menjadi jembatan bagi pertemuan kepentingan strategis serta modal antara kedua negara.

“Danantara dapat menjadi jembatan tempat pasar modal serta tujuan strategis Rusia dan Indonesia bertemu,” lanjutnya.

Prabowo juga menyoroti peluang kerja sama antara Danantara dan Russian Direct Investment Fund (RDIF). Ia berharap kedua lembaga tersebut dapat bergerak dari tahap identifikasi peluang menuju pembiayaan proyek-proyek konkret yang layak secara finansial.

“Danantara dan sovereign wealth fund Rusia, Russian Direct Investment Fund atau RDIF, dapat bergerak dari sekadar mengidentifikasi peluang menuju pembiayaan proyek-proyek yang layak secara finansial,” tegasnya.

Presiden menekankan bahwa kerja sama ekonomi Indonesia dan Rusia harus menghasilkan proyek nyata, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, setiap kesepakatan tidak cukup hanya berhenti pada penandatanganan atau pernyataan kerja sama.

“Setiap kesepakatan yang diumumkan harus menyebutkan nilainya, skema pembiayaannya, serta tahapan pelaksanaannya,” ujar Prabowo.