PIDIE JAYA – Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA., S.Sos., M.E., menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat meninjau langsung kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi bersama jajaran Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR).
Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah unsur Satgas PRR, di antaranya Drs. Imran, M.Si., MA.Cd., Kombes Pol. Suwinto, S.H., S.I.K., serta Laksmana TNI Nouldy J. Tangka, S.A.P., M.Tr. Opsla, CHRMP. Hadir pula perwakilan Kementerian Pertanian, Balai Kementerian Pekerjaan Umum, BPJN Aceh, BPPKK Aceh dan BWS Aceh.
Selain itu, kegiatan tersebut diikuti unsur Forkopimda, Ketua DPRK Pidie Jaya, Sekretaris Daerah, jajaran SKPK, pimpinan instansi vertikal serta unsur terkait lainnya.
Bupati Sibral Malasyi menegaskan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi harus dilakukan secara terukur, terintegrasi dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana.
“Percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana harus dilaksanakan secara terukur, terintegrasi dan berorientasi langsung pada kebutuhan masyarakat.”
Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, aparat keamanan, instansi teknis serta seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci agar proses pemulihan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya berharap sinergi tersebut mampu mempercepat pemulihan berbagai sektor yang terdampak bencana, sekaligus memastikan pembangunan kembali dilaksanakan dengan memperhatikan kebutuhan dan kepentingan masyarakat.
“Pemulihan Pidie Jaya membutuhkan kerja bersama, koordinasi yang kuat dan langkah nyata di lapangan,” demikian semangat yang ditekankan dalam agenda tersebut.










