Pidie – Upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat terus digencarkan di Kabupaten Pidie. Salah satunya melalui kegiatan pembekalan makanan tambahan berbahan pangan lokal bagi ibu hamil dan balita bermasalah gizi yang digelar di Desa Pulo Mesjid, Kecamatan Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie, Senin (04/05/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Danramil 15/Tiro Kodim 0102/Pidie diwakili Babinsa Serka Lamuni yang hadir bersama unsur Forkopimcam, tenaga kesehatan, serta aparatur desa sebagai bentuk dukungan terhadap program peningkatan gizi masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan itu Camat Tiro/Truseb Maimun, SE, Kepala Puskesmas UPTD Tiro dr. Sriwahyuni M, Kapolsek Tiro yang diwakili Bripka Riyan, Danramil 15/Tiro yang diwakili Koptu Surya Dharma, Geuchik beserta perangkat Desa Pulo Mesjid, serta kader Posyandu desa setempat.
Kegiatan tersebut diisi dengan sosialisasi pentingnya asupan makanan bergizi bagi ibu hamil, balita, dan anak-anak dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang sehat. Selain itu, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh namun memiliki kandungan gizi tinggi.
Babinsa Serka Lamuni mengatakan, keterlibatan TNI dalam kegiatan sosial dan kesehatan masyarakat merupakan bagian dari kepedulian terhadap masa depan generasi bangsa, terutama dalam mendukung program pemerintah menekan kasus stunting.
“Masalah gizi dan stunting bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, kami dari TNI siap mendukung setiap program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas UPTD Tiro dr. Sriwahyuni M menjelaskan bahwa pemahaman masyarakat terkait pola makan sehat masih perlu terus ditingkatkan, terutama bagi keluarga yang memiliki ibu hamil dan balita.
Menurutnya, pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal menjadi salah satu solusi efektif karena selain mudah dijangkau masyarakat, kandungan gizinya juga cukup baik untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak dan ibu hamil.
“Kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga pertumbuhan anak. Pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga,” katanya.
Camat Tiro/Truseb Maimun, SE juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, TNI-Polri, dan kader Posyandu dalam mendukung program kesehatan masyarakat di wilayahnya. Ia berharap kegiatan edukasi seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan hingga menyentuh seluruh desa.
Permasalahan stunting sendiri masih menjadi perhatian serius pemerintah, karena berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Selain mempengaruhi pertumbuhan fisik anak, stunting juga dapat menghambat perkembangan kecerdasan dan kesehatan jangka panjang.
Melalui kegiatan pembekalan gizi tersebut, masyarakat Desa Pulo Mesjid diharapkan semakin memahami pentingnya pola hidup sehat, pemenuhan nutrisi keluarga, serta mampu memanfaatkan potensi pangan lokal sebagai sumber makanan bergizi untuk mencegah stunting sejak dini.











