SABANG – Usia 74 tahun bagi sebagian orang mungkin menjadi penanda untuk berhenti. Namun bagi Drs. H. Suradji Junus, angka itu justru menjadi penanda bahwa perjalanan pengabdian belum selesai.
Putra asli Sabang yang lahir pada 29 September 1952 itu kini kembali berada di lingkar pemerintahan Kota Sabang. Setelah puluhan tahun mengabdi sebagai birokrat, pernah menjadi Sekretaris Daerah, dan sebelumnya menjabat Wakil Wali Kota, Suradji Junus kembali dipercaya mendampingi Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam untuk periode 2025–2030.
Di usia yang telah memasuki 74 tahun, ia bukan lagi sekadar menyandang nama dalam struktur pemerintahan. Ia membawa pengalaman hampir setengah abad yang ditempa dari berbagai ruang birokrasi dari urusan pemerintahan desa, keuangan, hukum, perekonomian, hingga pucuk administrasi pemerintahan daerah.
Dari birokrasi bawah hingga Sekda, Perjalanan Suradji Junus tidak dibangun dalam semalam. Setelah menempuh pendidikan di Sabang, APDN Banda Aceh hingga IIP Jakarta, ia memulai karier pemerintahan pada 1976.
Berbagai jabatan kemudian dilaluinya. Urusan pemerintahan desa, pendapatan dan keuangan, bagian hukum, perekonomian hingga pemerintahan menjadi bagian dari perjalanan panjangnya.
Karier itu terus menanjak. Ia dipercaya menjadi Kepala Dinas Pendapatan dan Pajak Daerah, Asisten Bidang Pemerintahan Sekda Kota Sabang, hingga Kepala Bawasda Pemko Sabang.
Puncaknya, Suradji Junus dipercaya menduduki jabatan Sekretaris Daerah Kota Sabang pada periode 2000–2007.
Rentang perjalanan tersebut membuat Suradji tidak hanya mengenal pemerintahan dari satu sisi. Ia tumbuh di dalam sistem, memahami bagaimana roda birokrasi bekerja, bagaimana kebijakan diterjemahkan menjadi pelayanan, sekaligus bagaimana persoalan daerah harus dihadapi dari meja pemerintahan.
Sempat keluar dari birokrasi, kembali ke panggung kekuasaan
Perjalanan Suradji Junus tidak berhenti setelah memasuki fase birokrasi senior. Ia kemudian terjun ke panggung kepemimpinan politik daerah dan dipercaya menjadi Wakil Wali Kota Sabang periode 2017–2022.
Setelah jeda, ia kembali, Pada 14 Juni 2025, Suradji Junus dilantik bersama Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam untuk periode 2025–2030 oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf.
Kembalinya Suradji ke kursi Wakil Wali Kota bukan sekadar pergantian posisi dalam struktur pemerintahan. Ia kembali dengan membawa pengalaman panjang yang terbentuk sejak era pemerintahan yang berbeda, menghadapi perubahan zaman, perubahan kebijakan, serta tuntutan masyarakat yang terus berkembang.
Kini, bersama Zulkifli H. Adam, ia kembali berada di pusat pengambilan keputusan pemerintahan Kota Sabang.
74 tahun, masih duduk di meja pemerintahan, Ada satu gambaran yang cukup kuat pada momentum ulang tahunnya tahun ini.
Pada Selasa, 29 September 2026—tepat ketika usianya genap 74 tahun—Suradji Junus masih menjalankan agenda pemerintahan.
Ia hadir dalam Rapat Paripurna DPRK Sabang bersama Wali Kota Zulkifli H. Adam, Ketua DPRK Sabang Magdalaina, pimpinan dan anggota DPRK serta jajaran Pemerintah Kota Sabang dalam agenda kesepakatan Rancangan Qanun Perubahan APBK Sabang Tahun Anggaran 2026.
Di situlah usia dan amanah bertemu.
74 tahun bukan hanya angka di atas kertas. Di baliknya ada puluhan tahun pengalaman, keputusan, tanggung jawab dan dinamika pemerintahan yang telah dilewati.
Bagi Suradji Junus, pengabdian ternyata tidak berhenti ketika usia memasuki masa senja.Hampir setengah abad bersama birokrasi
Jika dihitung sejak memulai karier pada 1976 hingga kembali menjalankan tugas pemerintahan saat ini, perjalanan Suradji Junus telah membentang hampir lima dekade.
Pengabdian panjang itu juga tercatat melalui penghargaan Satyalancana Karya Satya 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun sebagaimana tercantum dalam profil resmi Pemerintah Kota Sabang.
Angka-angka tersebut memberikan gambaran tentang panjangnya waktu yang telah ia habiskan di lingkungan pemerintahan.
Namun sejarah birokrasi tidak hanya berbicara tentang berapa lama seseorang menjabat. Ia juga berbicara tentang seberapa banyak perubahan yang disaksikan, persoalan yang dihadapi dan pengalaman yang terkumpul sepanjang perjalanan.
Suradji Junus berada dalam generasi birokrat yang melewati berbagai fase perubahan pemerintahan daerah.
Dari era ketika administrasi pemerintahan berjalan dengan pola yang berbeda, hingga era ketika masyarakat menuntut pelayanan publik yang lebih cepat, terbuka dan responsif.
Amanah di ujung barat Indonesia, Kini tantangan itu berada di depan mata. Sabang bukan hanya sebuah kota di Pulau Weh. Posisi geografisnya menjadikan daerah ini memiliki arti strategis bagi Aceh dan Indonesia.
Sebagai daerah kepulauan, Sabang menghadapi persoalan tersendiri. Pelayanan dasar, ekonomi masyarakat, konektivitas, pariwisata, investasi, perlindungan sosial serta hubungan dengan pemerintah pusat menjadi bagian dari tantangan pembangunan.
Di tengah kondisi tersebut, pengalaman panjang Suradji Junus kembali diuji.
Bukan lagi sekadar sebagai seorang birokrat yang memahami administrasi pemerintahan, tetapi sebagai Wakil Wali Kota yang ikut menentukan arah kebijakan daerah.
Bukan tentang berhenti, tetapi tentang meneruskan
74 tahun akhirnya bukan sekadar cerita tentang bertambahnya usia.
Ia adalah catatan perjalanan seorang putra Sabang yang memulai karier dari bawah, melewati berbagai jabatan birokrasi, dipercaya menjadi Sekda, memasuki panggung kepemimpinan daerah, kemudian kembali menerima amanah sebagai Wakil Wali Kota.
Perjalanan itu panjang. Dan belum selesai.
Pada usia 74 tahun, Suradji Junus masih duduk di meja pemerintahan, masih menghadiri rapat, masih mengambil bagian dalam proses pengambilan keputusan, dan masih memikul tanggung jawab terhadap daerah kelahirannya.
Dari birokrat muda pada 1976 hingga Wakil Wali Kota pada 2026, satu hal yang paling mencolok dari perjalanan tersebut adalah panjangnya waktu yang dihabiskan untuk mengabdi di tanah kelahiran.
Dari Sabang, untuk Sabang. Di ujung barat Indonesia itu, seorang putra daerah memasuki usia 74 tahun bukan dengan menutup buku pengabdian, tetapi dengan membuka lembaran amanah berikutnya.
Selamat Hari Lahir ke-74, Drs. H. Suradji Junus. Semoga usia yang bertambah membawa keberkahan, kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan amanah serta terus memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Sabang.
(Eric Karno)











