Sabang – 2 Mei 2026, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia Provinsi Aceh sukses menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I di Kota Sabang pada 1–3 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi serta merumuskan program kerja guna mendorong kemajuan pendidikan anak usia dini (PAUD) di Aceh.

Pembukaan kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Sabang, Drs. Suradji Junus, yang mewakili Pemerintah Kota Sabang. Turut hadir jajaran pengurus HIMPAUDI Provinsi Aceh, para ketua dan sekretaris daerah dari berbagai kabupaten/kota, serta ratusan pendidik PAUD yang memadati ruang pertemuan.

Ketua HIMPAUDI Aceh, Yulia Sary, S.S., M.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa HIMPAUDI merupakan organisasi profesi yang menaungi pendidik dan tenaga kependidikan PAUD di seluruh Indonesia. Organisasi ini berperan penting dalam meningkatkan kompetensi, memperjuangkan aspirasi, serta memperkuat peran guru dalam memberikan layanan pendidikan berkualitas bagi anak usia dini.

“Rakerwil ini menjadi wadah penting untuk merumuskan program kerja strategis sebagai turunan kebijakan pusat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memajukan PAUD di Aceh,” ujar Yulia.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan guru PAUD yang hingga kini masih menjadi perhatian serius, terutama bagi tenaga pendidik di wilayah terpencil. HIMPAUDI, lanjutnya, terus mendorong hadirnya kebijakan yang lebih berpihak kepada guru PAUD melalui revisi regulasi pendidikan.

Berdasarkan data yang disampaikan, HIMPAUDI Aceh telah terbentuk di 23 kabupaten/kota, dengan peserta Rakerwil yang hadir berasal dari 19 daerah. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme dalam menyukseskan agenda organisasi tersebut.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Sabang,Drs. Suradji Junus, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Sabang sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakerwil I HIMPAUDI Aceh. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Sabang dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya PAUD sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.

“PAUD merupakan pondasi penting dalam membentuk generasi masa depan yang berkualitas. Kami berharap melalui kegiatan ini lahir program-program inovatif yang mampu meningkatkan mutu pendidikan di Aceh,” ungkapnya.

Rakerwil ini tidak hanya menjadi forum perumusan program kerja, tetapi juga ajang mempererat silaturahmi antar pengurus dan pendidik PAUD se-Aceh. Dalam suasana penuh kebersamaan, para peserta menunjukkan semangat tinggi untuk terus berkontribusi dalam memajukan organisasi.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyatakan komitmen bersama untuk terus bersinergi dan berperan aktif dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Aceh. Sabang pun diharapkan menjadi titik awal lahirnya gagasan-gagasan besar demi masa depan generasi bangsa.

-Eric