Pidie – Upaya mewujudkan swasembada pangan nasional terus digencarkan hingga ke tingkat desa. Salah satunya dilakukan Babinsa Koramil 15/Tiro Kodim 0102/Pidie, Serda Banta Heri Purnama, melalui kegiatan komunikasi sosial (komsos) bersama masyarakat petani di Gampong Panton Beunot, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Rabu (17/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Serda Banta Heri Purnama mengajak masyarakat untuk mendukung berbagai program pemerintah di sektor pertanian, khususnya program cetak sawah yang menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.
Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar program yang dijalankan pemerintah dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani.
“Program cetak sawah merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan luas lahan pertanian produktif. Dengan dukungan masyarakat, kita berharap tujuan besar swasembada pangan dapat tercapai sehingga rakyat Indonesia semakin sejahtera dan kebutuhan pangan dapat dipenuhi secara mandiri hingga ke pelosok desa,” ujar Serda Banta Heri Purnama.
Ia menegaskan, Babinsa memiliki peran tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga mendampingi masyarakat dalam mendukung program-program pembangunan, termasuk di bidang pertanian yang menjadi sektor vital bagi kehidupan masyarakat.
Kegiatan komsos tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Para petani menyampaikan berbagai pandangan serta harapan terkait pengembangan sektor pertanian di wilayah mereka, mulai dari kebutuhan sarana produksi hingga pendampingan yang berkelanjutan.
Salah seorang petani Gampong Panton Beunot, Azami, menyambut baik ajakan Babinsa untuk mendukung program pemerintah di bidang pangan. Menurutnya, perluasan areal persawahan dapat membuka peluang peningkatan produksi padi dan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
“Kami sebagai petani tentu mendukung program pemerintah yang bertujuan meningkatkan produksi pangan. Jika program cetak sawah ini berjalan dengan baik dan didukung fasilitas yang memadai, maka hasil pertanian akan meningkat, pendapatan petani bertambah, dan kesejahteraan masyarakat desa juga akan semakin baik,” kata Azami.
Ia berharap program tersebut tidak hanya berhenti pada pembukaan lahan baru, tetapi juga diikuti dengan dukungan nyata seperti ketersediaan benih unggul, pupuk, irigasi, hingga pendampingan teknis kepada petani.
Program cetak sawah sendiri menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan. Dengan sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat, cita-cita mewujudkan kemandirian pangan nasional diharapkan dapat terwujud, sekaligus menjadikan desa sebagai pilar utama dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia.











