Pidie – Dalam upaya menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat, Babinsa Koramil 16/Tangse Kodim 0102/Pidie, Kopda M. Idris, melaksanakan pemantauan harga sembako di Pasar Keude Tangse, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Senin (8/6/2026).

Kegiatan pemantauan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang bertujuan untuk mengetahui secara langsung perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok di tingkat pedagang maupun masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah deteksi dini guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan harga maupun kelangkaan barang yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat.

Danramil 16/Tangse, Kapten Kav Dian Prayatna, mengatakan bahwa berdasarkan hasil pengecekan dan laporan rutin Babinsa di lapangan, kondisi stok sembako di wilayah Keude Tangse masih relatif aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Babinsa secara rutin mendatangi kios dan warung pedagang untuk memantau perkembangan harga berbagai komoditas penting, seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur, tepung terigu, cabai, bawang merah, dan kebutuhan pokok lainnya,” ujar Danramil.

Menurutnya, hasil pemantauan menunjukkan bahwa secara umum pasokan sembako masih tersedia dengan baik. Meski terdapat fluktuasi harga pada beberapa komoditas tertentu, kenaikan tersebut masih dalam batas yang wajar dan belum berdampak signifikan terhadap aktivitas jual beli di pasar.

Lebih lanjut, Kapten Kav Dian Prayatna menjelaskan bahwa kegiatan pemantauan pasar merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya dalam memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dan mudah dijangkau oleh warga.

“Kami secara rutin melakukan pemantauan harga dan stok sembako di wilayah binaan. Tujuannya untuk mengetahui perkembangan situasi di lapangan sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Apabila ditemukan adanya kenaikan harga yang signifikan atau kelangkaan barang, informasi tersebut akan segera dilaporkan kepada komando atas dan instansi terkait untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Sementara itu, Mariana, salah seorang pedagang di Pasar Keude Tangse, menyambut baik kegiatan yang dilakukan Babinsa. Menurutnya, kehadiran aparat di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi sarana komunikasi antara pedagang dan pemerintah dalam menyampaikan kondisi pasar yang sebenarnya.

“Kami merasa terbantu karena Babinsa sering turun langsung ke pasar untuk melihat keadaan. Dengan begitu, kondisi harga dan ketersediaan barang bisa diketahui secara cepat,” ungkapnya.

Danramil menambahkan bahwa pemantauan harga dan stok sembako akan terus dilakukan oleh jajaran Babinsa sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan serta menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di wilayah binaan.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pedagang, dan masyarakat dalam menjaga kelancaran distribusi bahan pokok, terutama di wilayah yang memiliki tantangan geografis seperti Kecamatan Tangse.

Melalui kegiatan pemantauan tersebut, diharapkan kondisi pasar tetap kondusif, distribusi barang berjalan lancar, serta masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang stabil dan terjangkau. Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pasar juga menjadi wujud nyata komitmen TNI dalam mendukung kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ketahanan wilayah dari berbagai potensi gangguan sosial dan ekonomi.Versi ini lebih mengalir, berimbang karena memuat keterangan dari pihak TNI dan pedagang, serta menggunakan bahasa berita yang lebih formal dan layak untuk dipublikasikan di media daring maupun cetak.