Pidie – Upaya memperkuat koordinasi lintas sektor di wilayah Kecamatan Tangse terus dilakukan. Babinsa Koramil 16/Tangse Kodim 0102/Pidie, Muzakir, melaksanakan silaturahmi dan komunikasi sosial bersama Camat Tangse, Kamarullah, serta Pendamping Desa, Darmawan, di Warkop Qahwa, Gampong Pulo Mesjid II, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Senin (15/06/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai namun penuh makna tersebut menjadi wadah untuk membangun kesamaan persepsi terkait berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat di tingkat gampong. Selain mempererat hubungan antarlembaga, silaturahmi itu juga membahas pentingnya sinergi dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah.
Babinsa Muzakir mengatakan, komunikasi yang baik antara aparat teritorial, pemerintah kecamatan, dan pendamping desa merupakan modal penting dalam menciptakan situasi yang kondusif sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Melalui silaturahmi seperti ini, kita dapat saling bertukar informasi, menyamakan langkah, serta memperkuat koordinasi dalam mendukung pembangunan desa dan menjaga keamanan wilayah,” ujarnya.
Menurutnya, Babinsa tidak hanya memiliki tugas pembinaan teritorial, tetapi juga dituntut hadir di tengah masyarakat sebagai mitra pemerintah dalam menyerap aspirasi warga serta membantu mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang muncul.
Sementara itu, Camat Tangse, Kamarullah, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai komunikasi yang intensif antarunsur terkait menjadi kunci terciptanya pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus dipertahankan. Pemerintah kecamatan membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk TNI dan pendamping desa, agar program-program pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran,” katanya.
Pendamping Desa Darmawan juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengawal pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, keterbukaan komunikasi akan memudahkan proses pendampingan sekaligus meminimalisasi hambatan di lapangan.
Pertemuan sederhana di warung kopi tersebut menjadi gambaran bahwa koordinasi tidak selalu harus dilakukan dalam forum formal. Dengan membangun komunikasi yang cair dan berkelanjutan, berbagai unsur pemerintahan di tingkat bawah diharapkan semakin solid dalam menjawab tantangan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga kondusivitas wilayah Kecamatan Tangse.
Silaturahmi yang terjalin antara Babinsa, pemerintah kecamatan, dan pendamping desa ini sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada program yang dirancang, tetapi juga pada kuatnya kerja sama, kepercayaan, dan komitmen seluruh pihak dalam mengabdi kepada masyarakat.










