PIDIE – Ancaman terhadap masa depan pelajar tidak selalu datang dari ruang kelas. Salah pergaulan, kebiasaan membuang waktu hingga aksi bullying juga dapat menjadi persoalan serius yang mengganggu tumbuh kembang generasi muda.

Pesan tegas tersebut disampaikan Babinsa Koramil 15/Tiro Kodim 0102/Pidie, Kopka Usman Kamil, saat melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) bersama siswa SMPN Tiro, Desa Lhok Igeuh, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Jumat (25/9/2026).

Di hadapan para siswa, Kopka Usman Kamil menekankan bahwa masa sekolah bukan sekadar mengejar nilai. Lebih dari itu, sekolah merupakan tempat membentuk karakter, kedisiplinan dan cara bersikap sebelum para siswa terjun ke lingkungan masyarakat.

Karena itu, ia mengingatkan para siswa agar tidak menjadikan pergaulan sebagai pintu masuk bagi perilaku negatif. Bullying, saling merendahkan dan tindakan yang menyakiti teman bukan bentuk keberanian, melainkan perilaku yang harus dihindari.

“Gunakan waktu luang untuk hal-hal yang bermanfaat. Rajin belajar, hormati guru dan jangan melakukan bullying kepada teman. Kegiatan positif seperti olahraga juga penting untuk menjaga kesehatan sekaligus membangun kebersamaan,” ujar Kopka Usman Kamil.

Ia juga mendorong para siswa untuk lebih bijak menggunakan waktu di luar jam pelajaran. Olahraga, belajar dan kegiatan positif lainnya dinilai dapat menjadi sarana membangun kedisiplinan sekaligus memperkuat rasa kebersamaan antarsiswa.

Menurut Kopka Usman Kamil, pembinaan terhadap generasi muda tidak boleh berhenti pada nasihat di ruang kelas. Kehadiran orang dewasa yang peduli dan komunikasi yang berkelanjutan dibutuhkan agar persoalan pergaulan pelajar dapat dicegah sejak dini.

Para siswa pun diajak memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Apa yang dilakukan hari ini, termasuk cara memperlakukan teman, dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter mereka di masa depan.

Salah seorang siswa, Rahmat, mengaku senang mendapat motivasi dan perhatian dari Babinsa.

“Kami senang dan termotivasi dengan arahan dari Pak Babinsa. Beliau sering hadir dan memantau kami di sekolah, sehingga kami merasa diperhatikan dan mendapat dorongan untuk menjadi lebih baik,” ungkap Rahmat.

Kehadiran Babinsa di SMPN Tiro menjadi pengingat bahwa membangun generasi muda tidak cukup hanya dengan berbicara soal prestasi akademik. Karakter, disiplin, pergaulan sehat dan keberanian menolak bullying juga menjadi bagian penting dalam menentukan seperti apa generasi Pidie di masa mendatang.