PIDIE – Upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Kodim 0102/Pidie melalui penguatan komunikasi sosial (Komsos) bersama masyarakat di wilayah binaan.

Langkah tersebut dilakukan anggota Koramil 15/Tiro yang dipimpin langsung Danramil 15/Tiro Kapten Putut Aryanto melalui kegiatan anjangsana dan silaturahmi dengan masyarakat di Desa Dayah Kampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Rabu (9/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kapten Putut Aryanto mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan, khususnya dengan tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan kebun dan lahan menggunakan cara membakar.

Menurutnya, pembakaran lahan yang tidak terkendali dapat dengan cepat meluas, terutama saat kondisi cuaca kering dan angin kencang. Selain berpotensi menimbulkan Karhutla, asap hasil pembakaran juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas warga.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membersihkan kebun atau lahan dengan cara membakar. Jangan sampai niat awal hanya membersihkan lahan, tetapi api justru tidak terkendali dan menimbulkan kebakaran yang merugikan masyarakat,” ujar Kapten Putut Aryanto.

Ia menambahkan, pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh pihak. Karena itu, komunikasi dengan masyarakat akan terus diperkuat sebagai langkah deteksi dan pencegahan sejak dini terhadap potensi kebakaran.

“Menjaga lingkungan bukan hanya tugas TNI, tetapi tanggung jawab kita bersama. Jika melihat adanya potensi kebakaran, segera laporkan agar dapat ditangani secepat mungkin,” tegasnya.

Sementara itu, Geuchik Faisal menyambut baik kepedulian dan imbauan yang disampaikan jajaran Koramil 15/Tiro. Menurutnya, komunikasi langsung antara aparat dan masyarakat penting untuk meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga lingkungan serta mencegah terjadinya kebakaran.

Kegiatan anjangsana tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kemanunggalan TNI dengan masyarakat. Melalui kedekatan yang terbangun, Babinsa dan aparat kewilayahan diharapkan dapat lebih cepat mengetahui berbagai perkembangan maupun potensi gangguan di wilayah, termasuk ancaman Karhutla.

Upaya pencegahan sejak dini diharapkan mampu menjaga kawasan permukiman, perkebunan dan hutan tetap aman, sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman bagi masyarakat Kecamatan Tiro.