Pidie – Penanaman nilai nasionalisme dan cinta tanah air kepada generasi muda terus mendapat perhatian melalui kegiatan pembinaan wawasan kebangsaan di lingkungan pendidikan. Hal itu dilakukan Danramil 15/Tiro, Kapten Czi Putut Aryanto, saat menjadi pembina upacara bendera Merah Putih di SMP Negeri 1 Tiro, Kecamatan Tiro/Truseb, Kabupaten Pidie, Senin (31/08/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pemberian materi wawasan kebangsaan dan bela negara yang dikemas melalui pelaksanaan upacara bendera. Selain diikuti para siswa dan siswi, kegiatan turut dihadiri Kepala SMP Negeri 1 Tiro Syarifah Rihanna, S.Pd., dewan guru, serta anggota Koramil 15/Tiro.
Dalam amanatnya, Kapten Czi Putut Aryanto mengajak para siswa memahami bahwa nasionalisme tidak hanya ditunjukkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui sikap dan perilaku sehari-hari. Menurutnya, disiplin, menghormati guru dan orang tua, rajin belajar, menjaga persatuan serta menaati aturan merupakan bagian dari penerapan nilai kebangsaan.
“Semangat cinta tanah air harus ditanamkan sejak usia sekolah. Para siswa merupakan generasi penerus yang nantinya memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa,” ujar Kapten Czi Putut Aryanto.
Ia juga menekankan pentingnya menghargai lambang-lambang negara serta menjaga persatuan di tengah keberagaman. Lingkungan sekolah dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter siswa, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga melalui pembiasaan sikap disiplin, bertanggung jawab dan saling menghormati.
Pembinaan wawasan kebangsaan tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat komunikasi dan sinergi antara TNI dengan pihak sekolah dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda.
Pihak sekolah turut mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari proses pendidikan karakter. Peran guru dan keluarga tetap menjadi unsur utama dalam membimbing siswa, sementara keterlibatan aparat kewilayahan menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat pemahaman kebangsaan di kalangan pelajar.
Melalui kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan, nilai nasionalisme diharapkan tidak berhenti pada amanat upacara, tetapi dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, keluarga maupun lingkungan masyarakat.
Upacara bendera sekaligus pemberian materi wawasan kebangsaan dan bela negara tersebut berlangsung dengan aman, tertib dan lancar.











