PIDIE – Tak ada ruang untuk prajurit yang bermain-main dengan disiplin. Pesan tegas itu disampaikan Komandan Koramil (Danramil) 17/Geumpang, Lettu Inf Munawir, saat memimpin Jam Komandan perdana bersama seluruh personel Koramil 17/Geumpang, Selasa (14/09/2026).

Bukan sekadar pengarahan rutin, kegiatan yang berlangsung di Makoramil 17/Geumpang, Jalan Tangse–Meulaboh, Desa Bangkeh, Kecamatan Geumpang, itu sekaligus menjadi momentum untuk memperketat disiplin dan melakukan deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di kalangan prajurit.

Seluruh personel bahkan menjalani pemeriksaan urine. Langkah tersebut menjadi penegasan bahwa narkoba tidak boleh mendapat tempat di lingkungan TNI.

Dalam arahannya, Lettu Inf Munawir menekankan bahwa keimanan, kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, serta integritas merupakan fondasi utama seorang prajurit. Ia meminta seluruh anggota tidak terjebak dalam berbagai bentuk pelanggaran, terutama delapan pelanggaran berat yang dapat menghancurkan masa depan prajurit sekaligus mencoreng nama baik keluarga dan satuan.

“Jangan sampai ada prajurit yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Sayangi diri sendiri, keluarga, dan jaga nama baik satuan. Manfaatkan waktu senggang di luar jam dinas dengan kegiatan positif dan bermanfaat,” tegas Munawir.

Menurutnya, seragam TNI bukan sekadar identitas, tetapi membawa kehormatan institusi. Karena itu, setiap tindakan prajurit di dalam maupun di luar jam dinas harus tetap mencerminkan kedisiplinan dan tanggung jawab.

Keluarga Jangan Ditelantarkan

Tak hanya soal disiplin dan narkoba, Danramil juga menyoroti persoalan keluarga. Ia mengingatkan agar kesibukan berdinas tidak menjadi alasan bagi prajurit untuk mengabaikan istri, anak, maupun orang tua.

Bagi anggota yang orang tuanya berada jauh dari tempat tugas, komunikasi dan perhatian harus tetap dijaga.

“Jangan ada anggota yang menelantarkan keluarga maupun orang tua. Jaga keharmonisan rumah tangga, saling memahami, saling menutupi kekurangan, dan laksanakan tanggung jawab sebagai suami maupun istri,” pesannya.

Ia berharap keluarga prajurit menjadi sumber kekuatan dalam menjalankan tugas, bukan justru menjadi persoalan yang mengganggu pengabdian.

Binter Jangan Sekadar Formalitas

Di tengah masyarakat, Danramil meminta seluruh personel tidak hanya hadir secara administratif, tetapi benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh warga.

Tiga metode Pembinaan Teritorial (Binter) di wilayah desa binaan diminta dilaksanakan secara maksimal. Setiap prajurit dituntut mampu membangun komunikasi, kepedulian, dan kepercayaan masyarakat.

“Laksanakan kegiatan tiga metode Binter secara maksimal di wilayah desa binaan. Jaga nama baik dan citra TNI di tengah masyarakat. Hindari sekecil apa pun pelanggaran disiplin yang dapat menyusahkan diri sendiri, keluarga, satuan, dan merusak kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Munawir, citra TNI dibangun dari perilaku setiap prajurit. Satu pelanggaran saja dapat berdampak luas terhadap kepercayaan masyarakat terhadap institusi.

Ia juga menekankan pentingnya keselamatan personel dan materiel dalam setiap kegiatan, menjaga kesehatan, menaati aturan, serta memperkuat keimanan.

Tes Urine: Tidak Ada yang Terindikasi Narkoba

Sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini, seluruh personel Koramil 17/Geumpang mengikuti pemeriksaan urine.

Hasil pemeriksaan menggunakan alat tes urine menunjukkan tidak ditemukan personel yang terindikasi menggunakan narkoba, termasuk sabu maupun ganja.

Hasil tersebut menjadi bagian dari komitmen satuan untuk menjaga lingkungan Koramil 17/Geumpang tetap bersih dari penyalahgunaan narkoba.

Jam Komandan perdana tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa disiplin bukan sekadar perintah, melainkan harga diri seorang prajurit.

Dengan disiplin yang kuat, keluarga yang harmonis, lingkungan yang bersih dari narkoba, serta kedekatan dengan masyarakat, prajurit diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional hingga masa pengabdian berakhir.