PIDIE – Sekretaris Banteng Muda Indonesia (BMI) Pidie, Khairil Asif Balqia, mengecam keras pemerintah pusat atas lambannya penanganan kebakaran hutan yang mulai mengancam wilayah Aceh. Ia mendesak pemerintah nasional agar tidak menganggap persoalan ini sebagai masalah biasa yang dapat ditangani secara setengah-setengah.
Khairil Asif Balqia menilai, pemerintah pusat harus menunjukkan keseriusan dan tanggung jawab dalam menangani ancaman kebakaran hutan. Langkah antisipasi dan penanganan yang cepat sangat diperlukan untuk mencegah meluasnya kebakaran serta melindungi masyarakat dan lingkungan.
“Kami mengecam keras lambannya respons pemerintah pusat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan. Pemerintah tidak boleh hanya menunggu keadaan memburuk baru mengambil tindakan. Jika ancaman ini sudah mulai memasuki Aceh, seharusnya langkah antisipasi dan penanganan dilakukan secara serius sejak dini, bukan justru terkesan lamban.” tegas Khairil.
Ia mendesak pemerintah pusat segera mengerahkan langkah konkret, memperkuat koordinasi lintas instansi, serta memastikan upaya pemadaman dan pencegahan berjalan efektif. Menurutnya, persoalan ini membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar imbauan tanpa langkah yang terukur.
Khairil juga mengingatkan bahwa dampak kebakaran hutan dapat merugikan masyarakat, mengganggu kesehatan, dan merusak ekosistem. Karena itu, pemerintah pusat harus menjadikan perlindungan masyarakat dan kelestarian lingkungan sebagai prioritas.
“Jangan sampai masyarakat Aceh kembali menjadi pihak yang menanggung dampak akibat lambannya penanganan. Pemerintah pusat harus membuktikan tanggung jawabnya melalui tindakan nyata, cepat, dan terukur. Keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan tidak boleh dikorbankan akibat lemahnya antisipasi.” tutupnya.











