Sigli – Pertemuan antara Keuchik Yusri dan Kabid Perikanan dan Pengelola TPI Dinas Kelautan dan Perikanan Pidie, An. Muhammad Ady Rizka, membahas kemajuan dan potensi Desa Pasi Rawa dalam sektor perikanan. Desa Pasi Rawa memiliki potensi besar dalam sektor perikanan karena 89% masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan. Senin (3/11/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Keuchik Yusri mengusulkan agar Desa Pasi Rawa ditetapkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih, sebagai bagian dari program unggulan Bapak Prabowo. Harapannya, melalui program ini, aktivitas dan kesejahteraan masyarakat nelayan dapat semakin meningkat dengan dukungan sarana, pelatihan, dan perhatian pemerintah.
Selain itu, dibahas pula mengenai Kuala Jembatan Tutue Puteh yang berada di wilayah Desa Pasi Rawa. Keuchik Yusri berharap agar kawasan tersebut dapat diaktifkan kembali dan menjadi prioritas utama pembangunan karena sangat berpotensi mendukung kegiatan para nelayan serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
Masyarakat Desa Pasi Rawa berharap agar Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr. Ir. Ridwan Maulana, MT, dapat turun ke desa mereka untuk melihat potensi perikanan yang ada.
Dengan demikian, diharapkan dapat terwujudnya pelabuhan perikanan terbesar di Pidie yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.
Keuchik Yusri optimis bahwa dengan kerja sama dan dukungan dari pemerintah, Desa Pasi Rawa dapat menjadi salah satu desa yang maju dan sejahtera di bidang perikanan. Semoga langkah dan upaya ini menjadi awal yang baik demi kemajuan Desa Pasi Rawa dan kesejahteraan seluruh warganya.
Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan sektor perikanan di Desa Pasi Rawa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.
Dengan adanya dukungan dan perhatian dari pemerintah, diharapkan Desa Pasi Rawa dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam pengembangan sektor perikanan.










