Intan Jaya – Anggota DPRK Kabupaten Intan Jaya dari Partai Perindo, Aljono Bagau, A.Md.Sos, menyampaikan keprihatinannya atas operasi aparat keamanan yang berlangsung di sejumlah kampung di Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya.

Menurut Aljono Bagau, aparat TNI melakukan penyisiran di Kampung Soali, Mbamogo, dan Danggoa sejak Sabtu sore hingga Minggu siang. Ia menyebut beberapa kampung lain seperti Tausiga juga menjadi sasaran operasi.

Dalam keterangannya, Bagau mempertanyakan tujuan penempatan personel TNI dan pos-pos militer di sejumlah wilayah yang selama ini menjadi kawasan permukiman dan sumber mata pencaharian masyarakat. Ia meminta adanya penjelasan terbuka mengenai tujuan operasi tersebut.

Bagau juga menyampaikan tudingan bahwa telah terjadi pengusiran warga, pembakaran rumah, hingga rumah ibadah di beberapa wilayah. Pernyataan tersebut merupakan klaim dari pihaknya dan belum dapat diverifikasi secara independen maupun dikonfirmasi kepada pihak TNI maupun aparat berwenang.

Ia berharap pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, tokoh adat, tokoh agama, serta kalangan intelektual dapat memfasilitasi dialog untuk mencegah konflik yang berkepanjangan dan mengutamakan keselamatan masyarakat sipil.

“Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban. Kami berharap penyelesaian dilakukan melalui dialog dan negosiasi agar situasi kembali kondusif,” ujar Bagau.

Sementara itu, Bagau juga menyebut masyarakat di Kampung Mbamogo, Danggoa, Tausiga, dan sekitarnya dilaporkan mengalami kepanikan akibat suara ledakan yang diduga berasal dari petasan maupun aktivitas penyisiran aparat. Menurutnya, anak-anak dan para perempuan memilih mengungsi karena merasa takut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun Polri terkait operasi yang disebutkan tersebut maupun terhadap berbagai tudingan yang disampaikan oleh Aljono Bagau.

(Male Tpgu)