Pidie – Danramil 17/Geumpang Kodim 0102/Pidie Lettu Inf Munawir bersama anggota menghadiri Kenduri Maulod Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M yang digelar masyarakat Desa Leupu, Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, Sabtu (24/10/2026).

Bagi masyarakat Aceh, Maulod merupakan sebutan khas daerah untuk peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sosial serta keagamaan masyarakat Aceh. Pelaksanaannya bahkan dapat berlangsung selama beberapa bulan secara bergiliran di berbagai gampong.

Keunduri Maulod bukan hanya menjadi momentum untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, menghidupkan syiar Islam serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Di Desa Leupu, pelaksanaan Keunduri Maulod berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Rangkaian kegiatan diisi dengan shalawat, zikir dan marawis yang semakin memperkuat nuansa religius dalam tradisi Maulod masyarakat Aceh.

Danramil 17/Geumpang Lettu Inf Munawir mengapresiasi antusiasme masyarakat yang masih menjaga dan melestarikan tradisi tersebut.

“Antusiasme masyarakat dalam pelaksanaan Keunduri Maulod ini sangat luar biasa. Ini bukan hanya tentang memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan dan meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.” ujar Lettu Inf Munawir.

Ia menjelaskan, kehadiran personel Koramil 17/Geumpang bersama prajurit Yonif TP 857/GG merupakan bentuk dukungan TNI terhadap kegiatan masyarakat, khususnya kegiatan keagamaan yang telah menjadi bagian dari budaya dan kehidupan masyarakat setempat.

“Kami tidak hanya hadir pada hari pelaksanaan. Sejak persiapan, personel Koramil bersama masyarakat dan prajurit Yonif TP 857/GG telah ikut bergotong royong menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Ini merupakan wujud kepedulian sekaligus upaya mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.” jelasnya.

Menurutnya, semangat gotong royong yang terlihat dalam persiapan hingga pelaksanaan Keunduri Maulod menunjukkan kuatnya kebersamaan masyarakat. Tradisi keagamaan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi warga, TNI dan unsur masyarakat lainnya untuk berinteraksi serta memperkuat hubungan sosial.

“Kami berharap tradisi Maulod ini terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Nilai yang terkandung di dalamnya sangat baik, terutama dalam membangun persaudaraan, kepedulian dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.” pungkasnya.

Kehadiran personel TNI dalam Keunduri Maulod tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan teritorial yang dilakukan secara humanis. TNI tidak hanya hadir dalam tugas keamanan dan kewilayahan, tetapi juga ikut berada di tengah masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial, budaya dan keagamaan.

Melalui Keunduri Maulod, masyarakat Desa Leupu tidak hanya menjaga tradisi khas Aceh, tetapi juga terus menghidupkan nilai-nilai keislaman dan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.