ACEH TENGAH – Kepolisian Resor (Polres) Aceh Tengah terus memperkuat pendekatan humanis dengan merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama. Melalui program Minggu Kasih, Kapolres Aceh Tengah AKBP Teguh Siswoyo turun langsung menyambangi jemaat gereja untuk menyampaikan pesan toleransi, bahaya narkoba, ancaman judi online hingga pentingnya pengawasan penggunaan gadget terhadap anak.
Kegiatan yang berlangsung Minggu (8/11/2026) mulai pukul 10.00 WIB tersebut menyasar dua rumah ibadah, yakni Gereja HKBP Blang Kolak II, Kecamatan Bebesen, dan Gereja Katolik Santo Petrus di Kampung Asir-Asir Asia, Kecamatan Lut Tawar.
Kapolres AKBP Teguh Siswoyo, S.H., S.I.K., M.H., hadir langsung di Gereja HKBP Blang Kolak II. Sementara itu, kunjungan ke Gereja Katolik Santo Petrus dipimpin Kabag SDM Polres Aceh Tengah Kompol Erpan.
Dalam pertemuan bersama jemaat, Kapolres menegaskan bahwa toleransi dan kerukunan antarumat beragama merupakan fondasi penting dalam menjaga kedamaian serta stabilitas keamanan di Kabupaten Aceh Tengah.
Ia mengajak masyarakat tidak hanya menjaga kerukunan, tetapi juga berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan terbebas dari berbagai ancaman sosial.
Perhatian khusus juga diberikan terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba dan maraknya judi online yang dapat merusak masa depan generasi muda. Para orang tua diminta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, termasuk penggunaan telepon pintar atau gadget agar tidak terjerumus dalam konten maupun aktivitas digital yang merugikan.
Selain itu, Kapolres menyosialisasikan layanan darurat kepolisian 110 sebagai saluran cepat bagi masyarakat untuk melaporkan tindak kriminal, gangguan keamanan maupun peristiwa darurat seperti pencurian dan kebakaran.
“Jika ada permasalahan atau mengetahui suatu peristiwa yang membutuhkan kehadiran kepolisian, masyarakat jangan ragu menghubungi kami melalui layanan 110. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti,” pesannya.
Tidak hanya menyampaikan imbauan, kegiatan Minggu Kasih juga menjadi ruang dialog antara kepolisian dan masyarakat untuk menyerap aspirasi serta mengetahui persoalan keamanan yang berkembang di lingkungan warga.
Di Gereja Katolik Santo Petrus, Kompol Erpan turut mengingatkan jemaat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim penghujan. Mengingat kondisi geografis Aceh Tengah yang memiliki potensi bencana alam, masyarakat diminta memperhatikan kondisi lingkungan dan mengutamakan keselamatan saat bepergian.
Kehadiran jajaran Polres Aceh Tengah mendapat sambutan positif dari pengurus kedua gereja. Mereka menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian kepolisian yang hadir langsung di tengah jemaat untuk memperkuat komunikasi serta menyampaikan edukasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kapolres Aceh Tengah AKBP Teguh Siswoyo melalui Kasi Humas AKP Rasimin mengatakan, program Minggu Kasih merupakan salah satu upaya Polri membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat komunikasi lintas agama.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin semakin dekat dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi, serta mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing,” ujar AKP Rasimin.
Menurutnya, keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan dukungan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat.
Polres Aceh Tengah berkomitmen terus menghadirkan pelayanan yang humanis, amanah, dan responsif tanpa membedakan latar belakang masyarakat. Melalui pendekatan dialogis seperti Minggu Kasih, Polri berharap kepercayaan masyarakat semakin kuat dan kerukunan antarumat beragama tetap terpelihara.
Polres Aceh Tengah Melayani dengan HATI (Humanis, Amanah, Tegas, Inspiratif).
Musara Ate, Sara Tuju untuk Masyarakat










