SIGLI – Menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXVIII Tingkat Kabupaten Pidie Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Pidie bersama unsur TNI-Polri dan instansi terkait mulai memperketat persiapan pengamanan di Kecamatan Mutiara Timur.
Keseriusan tersebut terlihat saat tim gabungan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi perlombaan, Peninjauan menyasar Mimbar Utama di Lapangan Mutiara serta Mimbar I di Masjid Al Huda, Blang Malu. Selasa (3/11/2026).
Langkah ini bukan sekadar pemeriksaan seremonial. Kesiapan pengamanan, pengaturan arus lalu lintas, posko pengamanan, lokasi parkir hingga penempatan personel menjadi perhatian serius, mengingat MTQ tahun ini akan melibatkan ratusan peserta dan diperkirakan mengundang antusiasme masyarakat dari berbagai kecamatan.
MTQ XXXVIII Pidie dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 13 November 2026 di Kecamatan Mutiara Timur.
Peninjauan tersebut dihadiri Asisten I Setdakab Pidie, Dr. H. Nadhar Putra, M.Si., Koordinator Lapangan MTQ XXXVIII, drh. H. Fazli, M.Si., yang juga menjabat Kadis Syariat Islam (DSI) Pidie, Kasatpol PP dan WH Farizal, A.P., M.AP., Kabag Ops Polres Pidie, Pasie Ops Kodim 0102/Pidie, perwakilan Dinas Perhubungan, Camat Mutiara Timur, unsur Polsek dan Koramil, serta pejabat Lantas Polres Pidie.
Korlap MTQ XXXVIII Pidie, drh. H. Fazli, menegaskan bahwa terdapat dua agenda besar yang menjadi prioritas pengamanan, yakni pawai Ta’aruf dan acara pembukaan MTQ.
“Persiapan kita titik beratkan pada acara pawai Ta’aruf dan pembukaan MTQ. Kita cek langsung jalur pawai, titik kumpul kafilah, rekayasa lalu lintas, posko pengamanan, area parkir, dan penempatan personel di lapangan,”
Menurutnya, pawai Ta’aruf yang melibatkan kafilah dari 23 kecamatan membutuhkan pengaturan yang matang. Tanpa koordinasi dan pengamanan maksimal, kepadatan kendaraan maupun penumpukan peserta berpotensi mengganggu kelancaran kegiatan.
Karena itu, seluruh unsur terkait telah diberikan tanggung jawab sesuai tugas masing-masing, termasuk Dishub, Satlantas Polres Pidie, Satpol PP dan WH, TNI-Polri serta pihak kecamatan.
“Kita tidak mau ada penumpukan kendaraan dan peserta saat pawai. Semua sudah dibagi tugasnya. Masing-masing sudah mengetahui titik pengamanan dan area parkir,” ujarnya.
Panitia Dikejar Target Kesiapan 100 Persen, Tak hanya persoalan pengamanan, kesiapan sarana dan prasarana juga menjadi pekerjaan penting panitia menjelang pembukaan.
Fazli mengungkapkan, progres persiapan MTQ yang sebelumnya dilaporkan baru mencapai 60 persen pada Jumat (30/10/2026), kini telah meningkat menjadi sekitar 90 persen.
Artinya, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan dalam waktu tersisa sebelum pembukaan pada Sabtu, 7 November 2026.
“Kita optimistis seluruh kebutuhan kegiatan rampung sebelum pembukaan. Yang paling penting, selain panggung dan pemondokan, pengamanan dan lalu lintas juga harus siap, supaya MTQ berjalan khidmat, tertib, dan aman,” katanya.
Untuk malam pembukaan, pengamanan akan difokuskan di sekitar Mimbar Utama Lapangan Mutiara Timur yang menjadi pusat acara pembukaan, penutupan, sekaligus arena cabang Tilawah.
Personel gabungan akan ditempatkan di pintu masuk arena, area parkir, jalur kafilah, serta sekitar panggung utama. Posko pengamanan juga disiapkan di sejumlah titik strategis.
770 Peserta dari 23 Kecamatan
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, MTQ XXXVIII Kabupaten Pidie Tahun 2026 diikuti sebanyak 770 peserta dari 23 kecamatan dengan didampingi 138 ofisial.
Ada delapan cabang yang diperlombakan, yakni Tilawah, Qira’ah Sab’ah, Fahmil Qur’an, Khattil Qur’an, Tafsir, Syarhil Qur’an, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), dan Tahfiz Al-Qur’an.
Panitia juga telah menyiapkan empat lokasi mimbar perlombaan, yaitu Mimbar Utama di Lapangan Mutiara, Mimbar I di Masjid Al Huda Blang Malu, Mimbar II di SMA Mutiara, dan Mimbar III di SD Mutiara.
Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal para peserta, sebanyak 35 rumah warga di Kecamatan Mutiara Timur difungsikan sebagai tempat singgah kafilah dari 23 kecamatan.
Dengan jumlah peserta mencapai ratusan orang, ditambah ofisial dan masyarakat yang akan menyaksikan kegiatan tersebut, kesiapan transportasi, kenyamanan pemondokan, kebersihan lingkungan, serta pengamanan menjadi faktor yang tidak boleh diabaikan.
Kini, waktu panitia semakin terbatas. Target penyelesaian persiapan hingga 100 persen sebelum pembukaan menjadi tantangan tersendiri.
Masyarakat tentu berharap MTQ XXXVIII bukan hanya sukses dari sisi kemeriahan acara dan jumlah peserta, tetapi juga benar-benar tertib dalam pelaksanaan, maksimal dalam pelayanan, serta mampu memberikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh kafilah maupun pengunjung.
Keberhasilan MTQ tidak hanya diukur dari megahnya panggung pembukaan, tetapi juga dari kesiapan seluruh aspek penyelenggaraan hingga kegiatan berakhir pada 13 November 2026.









