PIDIE JAYA – Semangat mencetak generasi Islami menggema di Kompleks Masjid Tuha Keude Uleegle, Kabupaten Pidie Jaya. Festival Santri se-Kecamatan Bandar Dua, Jangka Buya dan sekitarnya yang berlangsung 1–6 November 2026 sukses menarik perhatian masyarakat. Bahkan, penampilan para peserta turut menjadi perbincangan di media sosial.

Pembukaan festival berlangsung meriah dengan penampilan tiga dai cilik yang tampil menggunakan tiga bahasa berbeda. Mereka adalah M. Waliyul Azka dalam bahasa Arab, M. Hafidhul Azka dalam bahasa Inggris, dan Naura Azkiya Zafina dalam bahasa Indonesia.

Penampilan ketiganya menjadi bukti bahwa santri tidak hanya dituntut menguasai ilmu agama, tetapi juga perlu memiliki kemampuan komunikasi dan keberanian tampil di hadapan publik sejak usia dini.

Festival ini mempertandingkan 10 kategori perlombaan, mulai dari hafalan surah hingga pidato. Kemeriahan semakin terasa dengan penampilan selawat hadrah dari santri Dayah Jam’iah Al-Aziziyyah.

Menariknya, para pemenang akan memperoleh hadiah uang tunai yang berasal dari sumbangan para donatur. Dukungan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap pendidikan agama sekaligus motivasi bagi para santri untuk terus meningkatkan kemampuan dan prestasi.

ABI HELMI APRESIASI DUKUNGAN DONATUR DAN TOKOH MASYARAKAT

Pimpinan Utama Balai Pengajian Jamalullail Desa Keude Uleegle, Abi Helmi Jamalullail, menyampaikan rasa haru dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan tersebut.

Secara khusus, ia menyampaikan terima kasih kepada para anggota legislatif, tokoh masyarakat, serta lembaga yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk mendukung festival santri.

Apresiasi juga disampaikan kepada Ustaz Azhar Kiran, S.Pd., M.Pd., yang aktif menjembatani komunikasi dengan para donatur sehingga dukungan untuk kegiatan tersebut dapat terhimpun.

Menurutnya, kepedulian terhadap santri bukan sekadar memberikan bantuan materi, melainkan merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi penerus yang berilmu, berakhlak dan memiliki tanggung jawab terhadap agama serta masyarakat.

SINERGI ULAMA, UMARA DAN DONATUR

Terselenggaranya festival ini tidak terlepas dari dukungan berbagai kalangan, mulai dari ulama, unsur pemerintah, anggota legislatif, perbankan hingga tokoh masyarakat.

Sejumlah pihak yang turut memberikan dukungan di antaranya:

Abiya Kuta Krueng, Ketua MPU Pidie Jaya.

Nasruddin, S.E., M.M., Plt. Sekretaris Dewan DPRK Pidie Jaya.

Faisal Gahru, Anggota DPRK Pidie Jaya dari Fraksi PKB.

Fakhrurrazi, S.Pd.I., M.M., Anggota DPRK Pidie Jaya dari Fraksi Gerindra.

Muhammad Hendra Supardi, S.E., M.M., Direktur Dana dan Jasa PT Bank Aceh Syariah.

Muhajir Mukhlis, S.H., beserta tim PT Bank Aceh Syariah Cabang Meureudu.

Azharyadi, S.Pi., M.M. (Ari Khan), Plt. Kepala Dinsos P3A Pidie Jaya.

dr. Edwar Yahya, tokoh masyarakat Beurawang.

Saiful Bahri, S.H., Staf Kantor Sekretariat Dewan DPRK Pidie Jaya.

Edi Saputra, S.P., Anggota DPRK Pidie Jaya dari Partai Aceh.

Ammar, Anggota DPRK Pidie Jaya dari PPP.

Rusydi, S.E., Wakil Ketua II DPRK Pidie Jaya dari PKB.

Drs. Said Syahrul, S.H., Anggota DPRK Pidie Jaya dari Partai Aceh.

Irsalil Siddiq, Anggota DPRK Pidie Jaya dari PAN.

Khairil Syahrial, S.T., M.A.P., Anggota DPRA dari Partai Gerindra Dapil 2 Pidie dan Pidie Jaya.

Dukungan tersebut memperlihatkan pentingnya kebersamaan berbagai unsur dalam memperkuat pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.

BUKAN SEKADAR LOMBA, TETAPI INVESTASI GENERASI ULAMA

Festival Santri ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau ajang perebutan hadiah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pembinaan untuk melatih mental, meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap ilmu agama.

Penyelenggaraan kegiatan seperti ini membutuhkan dukungan berkelanjutan, bukan hanya ketika festival berlangsung. Sebab, pembinaan santri merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga keberlangsungan pendidikan Islam dan melahirkan kader ulama masa depan.

Rangkaian festival dijadwalkan mencapai puncaknya melalui malam penutupan dan pembagian hadiah kepada para juara pada 7 November 2026 di Kompleks Masjid Tuha Keude Uleegle.

Festival Santri Uleegle menjadi pesan bahwa membangun masa depan generasi Islam tidak cukup dengan kata-kata. Dibutuhkan kepedulian, dukungan nyata dan kebersamaan antara ulama, umara serta masyarakat.