SIGLI – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXVIII Tingkat Kabupaten Pidie Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Kecamatan Mutiara Timur sebagai tuan rumah kini berpacu dengan waktu menyelesaikan seluruh persiapan menjelang pembukaan pada 7 November mendatang.

Mulai dari pemondokan kafilah, mimbar perlombaan, pengamanan, rekayasa lalu lintas hingga kebersihan lingkungan terus dikebut. Pemerintah Kabupaten Pidie di bawah arahan Bupati H. Sarjani Abdullah dan Wakil Bupati Alzaizi Umar menaruh perhatian terhadap suksesnya agenda keagamaan tersebut.

MTQ yang berlangsung 7–13 November 2026 ini mengusung tema “Al-Qur’an Meusyuhu di Tanah Pedir Mulia, Bersama Al-Qur’an Istiqamah dengan One Day One Ayat”.

Koordinator Lapangan MTQ XXXVIII, drh. H. Fazli, M.Si., yang juga Kepala Dinas Syariat Islam Pidie, memastikan sebanyak 35 rumah warga telah difinalisasi sebagai pemondokan kafilah dari 23 kecamatan.

“Pemondokan sudah final dan siap ditempati. Kita ingin seluruh kafilah merasa seperti di rumah sendiri,” ujar Fazli, Rabu (4/11/2026).

Sebanyak 770 peserta dan 138 ofisial dijadwalkan mengikuti delapan cabang perlombaan, yakni Tilawah, Qira’ah Sab’ah, Fahmil Qur’an, Khattil Qur’an, Tafsir, Syarhil Qur’an, KTIQ dan Tahfiz Al-Qur’an.

EMPAT MIMBAR DISIAPKAN

Untuk menunjang perlombaan, panitia menyiapkan empat arena, yakni Mimbar Utama Lapangan Mutiara, Mimbar I Masjid Al Huda Blang Malu, Mimbar II SMA Mutiara dan Mimbar III SD Mutiara.

Fazli menyebut progres persiapan telah mencapai lebih dari 90 persen, meningkat dari sekitar 60 persen pada 30 Oktober lalu. Uji coba fasilitas juga dijadwalkan berlangsung Rabu sore.

“Kita optimistis seluruh kebutuhan rampung sebelum pembukaan. Pengamanan dan lalu lintas juga menjadi perhatian agar kegiatan berjalan tertib dan aman,” tegasnya.

PENGAMANAN DAN KEBERSIHAN JADI PRIORITAS

Untuk mengantisipasi kepadatan saat Pawai Ta’aruf dan malam pembukaan, tim gabungan dari Polres Pidie, Kodim 0102/Pidie, Satpol PP dan WH, Dishub, Satlantas, serta unsur kecamatan telah melakukan survei lokasi.

Sementara itu, pembersihan kawasan Kota Mini Mutiara Timur turut dilakukan secara gotong royong oleh Dinas PUPR, DSI dan pihak kecamatan. Kegiatan tersebut dipantau langsung Sekretaris Daerah Pidie, Drs. Samsul Azhar, M.AP., Rabu (4/11/2026).

Panitia juga telah menggelar rapat koordinasi teknis bersama Ketua LPTQ, ofisial dan perwakilan kecamatan guna mematangkan tata tertib, atribut peserta serta mekanisme penilaian.

JANGAN HANYA MERIAH, MANFAAT HARUS DIRASAKAN RAKYAT

MTQ XXXVIII Pidie bukan sekadar ajang perebutan juara. Kegiatan ini diharapkan memperkuat syiar Islam, mempererat ukhuwah serta melahirkan generasi Qurani yang berakhlak mulia.

Pelibatan rumah warga sebagai pemondokan, penyediaan konsumsi, UMKM dan pasar malam juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Mutiara Timur.

Namun, kesuksesan MTQ tidak cukup diukur dari megahnya panggung dan meriahnya pembukaan. Pelayanan kepada peserta, objektivitas dewan hakim, ketertiban, keamanan serta manfaat ekonomi bagi masyarakat harus menjadi ukuran utama.

Kini, hanya tiga hari tersisa. Seluruh panitia dan unsur terkait dituntut memastikan tidak ada persoalan yang luput dari perhatian.

Mutiara Timur bersiap menjadi pusat perhatian masyarakat Pidie. Bukan hanya untuk menyelenggarakan perlombaan, tetapi juga membuktikan bahwa semangat Al-Qur’an benar-benar hidup di Tanah Pedir.