PIDIE – Sebanyak 43 peserta dari Kecamatan Padang Tiji siap menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXVIII tingkat Kabupaten Pidie Tahun 2026.
Dengan persiapan dan semangat yang telah dibangun, para peserta diharapkan mampu bersaing secara maksimal serta membawa hasil membanggakan bagi daerah. Sabtu (7/11/2026).
43 orang peserta tersebut akan mengikuti berbagai cabang perlombaan, mulai dari Tartil Putra dan Putri, Tilawah Anak-anak, Remaja dan Dewasa, Tuna Netra Putri, Qira’ah Sab’ah, Hifzh Al-Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Khat Al-Qur’an hingga KTIQ.
Keikutsertaan puluhan peserta menunjukkan komitmen Kecamatan Padang Tiji dalam mendukung pengembangan potensi generasi muda di bidang keagamaan, khususnya dalam membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.
Camat Padang Tiji, Khalidin, ST, turut memberikan perhatian terhadap kesiapan para peserta yang akan berlaga dalam MTQ tahun ini. Ia diharapkan dapat terus memberikan dukungan dan motivasi agar seluruh peserta mampu tampil percaya diri serta mengeluarkan kemampuan terbaiknya di setiap cabang perlombaan.
MTQ bukan sekadar ajang untuk memperebutkan juara dan penghargaan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan momentum penting dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an, memperkuat syiar Islam, serta membina generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan berprestasi.
Persaingan antar peserta tentunya menjadi tantangan tersendiri. Namun, dengan semangat, disiplin dan persiapan yang matang,
Kecamatan Padang Tiji diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik dan meraih prestasi yang membanggakan. Dukungan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam memberikan motivasi kepada para peserta. Doa dan semangat dari seluruh elemen masyarakat diharapkan menjadi kekuatan tersendiri bagi kafilah Kecamatan Padang Tiji selama mengikuti perlombaan.
Kini, 43 peserta tersebut membawa harapan untuk mengharumkan nama Kecamatan Padang Tiji di panggung MTQ XXXVIII Kabupaten Pidie Tahun 2026. Kemenangan tentu menjadi harapan, tetapi semangat mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an tetap menjadi tujuan utama.









