Banda Aceh – Anggota Komisi III DPR RI asal Aceh, M. Nasir Djamil, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan atas sikap humanis dan keberaniannya menghadapi massa dalam rangkaian peringatan Hari Damai Aceh, Sabtu (15/8/2026).

Nasir menilai langkah Kapolda Aceh yang turun langsung menemui massa tanpa pengawalan berlebihan merupakan tindakan berani sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap situasi keamanan dan keinginan kuat untuk menjaga perdamaian Aceh tetap terpelihara.

“Terima kasih kepada Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan yang secara gentlemen menghadapi massa. Inisiatif beliau berjalan sendiri tanpa pengawalan untuk menemui dan berbicara langsung dengan masyarakat menunjukkan kepedulian dan keinginannya agar Aceh tetap damai,” ujar Nasir.

Menurut Nasir, pendekatan humanis yang dilakukan Kapolda Aceh menjadi pilihan tepat dalam menghadapi situasi massa yang berpotensi tidak terkendali. Dialog secara langsung dinilai lebih efektif untuk meredam ketegangan dibandingkan tindakan represif yang justru berisiko memunculkan persoalan baru.

“Menghadapi massa yang tidak terkontrol, cara humanis adalah pendekatan yang tepat dan berisiko rendah. Jangan sampai persoalan yang sedang dihadapi justru berkembang menjadi masalah baru,” tegas legislator asal Aceh tersebut.

Nasir menilai peristiwa tersebut harus menjadi pelajaran bagi seluruh pemangku kepentingan di Aceh bahwa stabilitas keamanan tidak hanya dapat dibangun dengan pendekatan kekuatan, tetapi juga melalui komunikasi, ketenangan, dan kehadiran langsung aparat di tengah masyarakat.

Ia juga meminta Polda Aceh sebagai mitra kerja Komisi III DPR RI terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan TNI serta seluruh unsur pemerintahan guna mencegah kejadian serupa terulang.

“Soliditas antara TNI, Polri, pemerintahan lokal, pimpinan instansi vertikal, serta elemen masyarakat sipil sangat dibutuhkan untuk menjamin Aceh tetap kondusif. Perdamaian dan keamanan adalah modal utama agar pembangunan dapat berjalan dan ekonomi serta kesejahteraan rakyat Aceh terus meningkat,” pungkas Nasir.

Nasir berharap sikap terbuka dan humanis Kapolda Aceh tersebut dapat menjadi contoh dalam membangun komunikasi antara aparat keamanan dan masyarakat. Menurutnya, menjaga perdamaian Aceh bukan hanya tugas aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.