PIDIE – Kepedulian tidak selalu harus disampaikan melalui kata-kata. Terkadang, tindakan sederhana justru menjadi bukti paling nyata bahwa seseorang benar-benar hadir untuk masyarakat.
Hal inilah yang ditunjukkan Babinsa Koramil 17/Geumpang Kodim 0102/Pidie, Serma Taufik Maulana, saat turun langsung membantu warga menggiling padi di Gampong Bangkeh, Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, Selasa (20/10/2026).
Di tengah kesibukan warga mengolah gabah menjadi beras, Serma Taufik Maulana tanpa ragu ikut mengangkat, memikul, hingga membawa karung gabah dan beras hasil gilingan. Ia membantu Ismail, salah seorang warga binaannya, yang sedang menggunakan mesin penggiling padi keliling.
Bagi sebagian orang, pekerjaan tersebut mungkin terlihat biasa. Namun, di balik aktivitas sederhana itu, tersimpan pesan kuat tentang kepedulian, pengabdian, dan kedekatan aparat kewilayahan dengan masyarakat yang menjadi bagian penting dari tugas seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa).
Bukan Sekadar Hadir tetapi Benar-Benar Membantu, Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak selalu harus ditandai dengan kegiatan resmi, apel, atau seremoni. Ketika melihat warga membutuhkan bantuan, tindakan nyata jauh lebih berarti daripada sekadar menyampaikan imbauan.
Hal itu terlihat ketika sejumlah warga, termasuk kaum ibu, mengalami kesulitan mengangkat karung hasil gilingan padi untuk dibawa pulang. Melihat kondisi tersebut, Serma Taufik Maulana langsung turun tangan membantu tanpa menunggu diminta.
Ia ikut memikul karung dan memastikan pekerjaan warga menjadi lebih ringan. Sikap tersebut mencerminkan bahwa pembinaan teritorial bukan hanya tentang menjaga keamanan wilayah, melainkan juga membangun hubungan sosial melalui kepedulian dan kebersamaan.
“Kalau bisa kita bantu, kenapa harus menunggu? Selama tenaga kita dibutuhkan, kita hadir,” ujar Serma Taufik Maulana.
Pernyataan sederhana itu menggambarkan semangat pengabdian yang diwujudkan melalui tindakan langsung. Bukan soal seberapa besar bantuan yang diberikan, melainkan kemauan untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan.
Warga Merasa Terbantu, Sementara itu, Ismail mengaku terkesan dengan kepedulian Babinsa yang bersedia membantu pekerjaan warga tanpa merasa canggung, meskipun pekerjaan tersebut membutuhkan tenaga fisik.
“Beliau tidak segan membantu, bahkan ikut memikul gabah dan beras. Bagi kami, ini bukan hanya soal tenaga, tetapi juga menunjukkan bahwa Babinsa dekat dengan masyarakat,” kata Ismail.
Menurutnya, sikap tersebut menjadi contoh positif tentang pentingnya saling membantu dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian sosial, kata dia, perlu terus dipelihara agar hubungan antarwarga semakin kuat dan semangat gotong royong tidak terkikis oleh perubahan zaman.
“Ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk lebih peka dan peduli kepada sesama, saling menolong dan hidup berdampingan tanpa melihat latar belakang,” tambahnya.
Kemanunggalan TNI dan Rakyat Harus Terlihat dalam Tindakan
Peristiwa di Gampong Bangkeh menjadi gambaran bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat tidak cukup hanya menjadi slogan. Kedekatan tersebut perlu diwujudkan melalui kehadiran yang dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk dalam aktivitas sederhana yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Babinsa sebagai ujung tombak pembinaan teritorial memiliki peran strategis dalam menjaga komunikasi, membangun kepercayaan, serta memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah binaannya.
Melalui tindakan sederhana seperti membantu warga menggiling padi, nilai kebersamaan dan gotong royong dapat terus tumbuh. Hubungan yang baik antara aparat dan masyarakat pun tidak hanya terbangun melalui komunikasi formal, tetapi juga melalui kepedulian yang tulus.
Di tengah berbagai tantangan kehidupan masyarakat, sikap saling membantu menjadi modal sosial yang penting untuk menjaga persatuan dan memperkuat solidaritas.
Apa yang dilakukan Serma Taufik Maulana mungkin tidak membutuhkan panggung, tepuk tangan, ataupun seremoni khusus. Namun, bagi warga yang merasakan langsung manfaatnya, bantuan tersebut memiliki arti tersendiri.
Dari Gampong Bangkeh, satu pesan kembali ditegaskan: pengabdian tidak selalu diukur dari besarnya kegiatan, tetapi dari seberapa nyata kehadiran seseorang memberikan manfaat bagi orang lain.
Tak banyak bicara, tak menunggu diminta. Babinsa hadir, bekerja, dan membantu. Sebuah potret sederhana tentang semangat TNI yang berupaya terus dekat dengan rakyat melalui tindakan nyata.











