PIDIE – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran TNI di wilayah Kabupaten Pidie. Melalui komunikasi sosial (Komsos), Babinsa Koramil 17/Geumpang Kodim 0102/Pidie Sertu S. Damanik memberikan edukasi sekaligus mengimbau petani agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama petani di Desa Blang Dalam, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, Selasa (08/09/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Sertu S. Damanik mengajak petani meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat kondisi lahan dan cuaca kering yang dapat membuat api cepat menjalar dan sulit dikendalikan.

Ia mengingatkan bahwa membakar semak, sisa tanaman maupun lahan untuk keperluan pembukaan kebun dapat berisiko menimbulkan kebakaran yang meluas apabila tidak terkendali.

«“Kami mengajak para petani untuk tidak membersihkan atau membuka lahan dengan cara membakar. Api yang awalnya kecil bisa dengan cepat menjalar dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat maupun lingkungan,” ujar Sertu S. Damanik.»

Menurutnya, pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian seluruh pihak. Bukan hanya aparat, tetapi juga petani dan masyarakat yang berada di sekitar kawasan perkebunan maupun hutan.

Babinsa juga mengajak petani untuk segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

“Lebih baik kita mencegah sejak awal daripada harus menghadapi kebakaran yang dampaknya bisa lebih besar. Mari kita jaga lahan dan lingkungan bersama-sama,” pesannya.

Sementara itu, petani Saifullah menyambut baik edukasi yang disampaikan Babinsa. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan perlu dilakukan bersama agar lahan pertanian tetap aman dan produktif.

Kegiatan Komsos tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan teritorial Babinsa dalam membangun kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan di wilayah Kecamatan Mane.

Mencegah Karhutla bukan hanya memadamkan api, tetapi memastikan api tidak pernah memiliki kesempatan untuk membesar.