SIGLI – Sebanyak 16 gampong di Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, resmi membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB) sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Pengukuhan dilakukan dalam Apel Pengukuhan dan Simulasi KSB Kabupaten Pidie yang berlangsung di Alun-alun Kota Sigli, Minggu (5/7/2026).
Pengukuhan dipimpin oleh Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pidie, drh. H. Fazli, M.Si., mewakili Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, S.H., M.H. Kegiatan tersebut turut dihadiri Tim Direktorat Jenderal Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) Kementerian Sosial RI, Kasub Koordinator PSKB Dinas Sosial Aceh Yayan Rahmad AKS, M.Si., Kasatpol PP-WH Pidie Farizal, A.P., M.A.P., unsur Forkopimda, Forkopimcam Mutiara, para keuchik, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.
Apel pengukuhan diikuti ratusan personel dari 17 instansi yang terlibat dalam penanggulangan bencana. Pada kesempatan itu juga diserahkan bantuan dari Kementerian Sosial RI senilai Rp154.985.000 untuk mendukung program kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di Kabupaten Pidie.
Dalam sambutannya, Plt. Kadinsos Pidie H. Fazli menegaskan bahwa secara geografis Kabupaten Pidie memiliki tingkat kerawanan terhadap berbagai jenis bencana. Karena itu, penguatan kapasitas masyarakat melalui Kampung Siaga Bencana menjadi langkah strategis dalam membangun sistem mitigasi yang efektif.
Menurutnya, KSB merupakan wadah penanggulangan bencana berbasis masyarakat yang memanfaatkan potensi dan sumber daya lokal. Program ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, memperkuat sistem peringatan dini, serta membangun kepengurusan KSB yang berkelanjutan di tingkat desa.
Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pidie berharap Kementerian Sosial RI dapat memperluas pembentukan KSB ke kecamatan rawan bencana lainnya seperti Mutiara Timur, Kembang Tanjong, Tangse, Mane, Geumpang, dan Pidie.
Kegiatan pengukuhan merupakan puncak dari pelatihan selama empat hari yang berlangsung sejak 2 hingga 5 Juli 2026. Para peserta dari 16 gampong dibekali kemampuan dalam tujuh gugus tugas penanggulangan bencana, meliputi reaksi cepat, pengelolaan shelter, logistik, dapur umum, layanan dukungan psikososial, evakuasi, serta layanan kemanusiaan.
Usai pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanggulangan bencana yang menampilkan kemampuan personel KSB dalam menjalankan prosedur penanganan darurat sesuai standar operasional. Simulasi tersebut didukung berbagai fasilitas seperti lumbung sosial, tenda pengungsian, dapur umum, kendaraan operasional, tenaga medis, mobil pemadam kebakaran, serta dukungan dari berbagai instansi terkait.
Plt. Kadinsos Pidie, H. Fazli, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program ini, termasuk Dinas Sosial, Polres Pidie, Kodim 0102/Pidie, BPBD, Basarnas, Satpol PP-WH, Damkar, Pramuka, Tagana, RAPI, mahasiswa, pelajar, relawan, tenaga kesehatan, tenaga pendidik, penyandang disabilitas, hingga pelaku UMKM.
“Melalui program Kampung Siaga Bencana ini, pemerintah berharap masyarakat semakin tangguh, mandiri, dan siap menghadapi berbagai potensi bencana dengan mengedepankan semangat gotong royong dan kesiapsiagaan berbasis komunitas,” ujar H. Fazli.











