Pidie,1-pena.com –  Sebanyak 46 mahasiswa dan akademisi program Georgetown Asia Pacific Peace Academy (GAPPA) dari Georgetown University’s School of Foreign Service Asia Pacific (GSAP) Jakarta mengunjungi Kabupaten Pidie, Rabu (23/9/2026).

Kunjungan yang difasilitasi International Centre for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) tersebut merupakan bagian dari studi lapangan pascakonflik untuk mempelajari pengalaman Aceh dalam resolusi konflik, pembangunan perdamaian, serta tata kelola pemerintahan.

Salah satu agenda utama adalah pertemuan dengan Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah, MH, di Ruang Kerja Bupati Pidie. Dialog berlangsung terbuka dengan membahas perjalanan Aceh dari masa konflik menuju perdamaian.

Rombongan berasal dari sejumlah negara, di antaranya Indonesia, Amerika Serikat, Jepang, Myanmar, Filipina, Sri Lanka dan Thailand. Sejumlah peserta juga berasal dari negara yang memiliki pengalaman konflik, sehingga pengalaman Aceh menjadi salah satu bahan pembelajaran penting.

Salah seorang peserta asal Amerika Serikat, Yuhki John Tajima, mengatakan kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat langsung proses perdamaian Aceh.

“Mereka ingin belajar karena Aceh berhasil mewujudkan perdamaian,” kata Yuhki.

Sarjani Ungkap Pengalaman Masa Konflik

Dalam dialog tersebut, Sarjani turut menceritakan pengalaman pribadinya selama konflik hingga proses perdamaian Aceh. Ia mengaku terlibat dalam perjuangan GAM sejak usia 19 tahun setelah kembali dari luar negeri.

Sarjani juga mengisahkan situasi Aceh saat darurat militer dan ketika tsunami melanda pada 26 Desember 2004. Menurutnya, bencana tersebut kemudian membuka ruang lebih besar bagi proses perdamaian.

Ia menegaskan, perdamaian tidak cukup hanya melalui penandatanganan kesepakatan, tetapi harus diwujudkan melalui pelaksanaan komitmen dan kebijakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kalau janji damai, ya damai. Kita tetap pada janji dan kami tetap tuntut janji,” tegas Sarjani.

Sarjani juga menyebut Pidie yang dahulu dikenal sebagai salah satu basis konflik kini telah berubah menjadi daerah yang aman dan damai.

Dalam pertemuan itu, Bupati Pidie didampingi Asisten I Dr. Drs. H. Nadhar Putra, M.Si., Asisten III Jufrizal, S.Sos., M.Si., serta Kabag Prokopim Muhammad Irfan Islami, S.IP., M.M.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian studi lapangan GAPPA-GSAP Jakarta di Aceh untuk memahami secara langsung pengalaman konflik, perdamaian dan pemerintahan pasca konflik.