BIREUEN – Untuk menumbuhkan kecintaan dan kebiasaan membaca di kalangan anak-anak hingga masyarakat umum, sekaligus mengembangkan budaya menulis dan mendorong kreativitas dalam melahirkan karya-karya berkualitas, Pemerintah Kabupaten Bireuen menggelar Festival Literasi Daerah Kabupaten Bireuen 2026.

Kegiatan yang mengusung semangat “Berpikir Kritis, Berkarya Kreatif Lewat Literasi” tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Oktober 2026, dalam rangka menyemarakkan HUT Kabupaten Bireuen ke-27.

Festival Literasi Daerah 2026 resmi dibuka di Aula Gedung Pelayanan Perpustakaan Daerah Bireuen, Selasa (6/10/2026). Pembukaan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, M.T., bersama Bunda Literasi Bireuen, Ny. Sadriah Mukhlis.

Dalam sambutannya, Razuardi mengatakan bahwa literasi pada era sekarang tidak lagi dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis. Literasi telah berkembang menjadi kecakapan hidup yang sangat penting, termasuk kemampuan memahami informasi, mengolah pengetahuan, berpikir kritis, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui penyelenggaraan Festival Literasi ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bireuen berupaya menghadirkan ruang publik yang inklusif. Kami ingin perpustakaan dan sudut-sudut baca tidak sekadar menjadi tempat menyimpan buku, tetapi bertransformasi menjadi pusat kegiatan masyarakat, ruang belajar bersama, serta wadah kreativitas generasi muda,” ujar Razuardi.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur fisik. Pembangunan sumber daya manusia juga harus menjadi perhatian utama karena kualitas SDM merupakan salah satu faktor penting yang menentukan masa depan daerah.

Terlebih di era digital, tantangan literasi semakin kompleks. Masyarakat tidak hanya dituntut mampu membaca teks, tetapi juga harus cakap memahami informasi, membedakan fakta dan disinformasi, serta menggunakan teknologi secara bijak.

Razuardi juga mengapresiasi berbagai inovasi yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Bireuen dalam mendorong minat baca masyarakat, khususnya anak sekolah serta generasi muda.

Berbagai kegiatan turut digelar dalam Festival Literasi Daerah 2026, di antaranya lomba perpustakaan desa terbaik, bimbingan teknis literasi informasi, pelestarian naskah kuno, lomba video konten, bedah buku, gelar wicara (talkshow), serta kelas menulis.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bireuen, Irfan, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya mengatakan Festival Literasi Daerah merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan budaya membaca, memperluas akses informasi, sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya literasi.

“Festival ini bertujuan meningkatkan minat baca masyarakat, menumbuhkan budaya literasi di lingkungan keluarga, sekolah dan komunitas, serta mendorong peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan sumber informasi,” kata Irfan.

Menurutnya, festival tersebut juga menjadi momentum untuk memperkenalkan dan memperluas akses masyarakat terhadap berbagai fasilitas literasi, baik perpustakaan daerah maupun layanan perpustakaan keliling.

Selain meningkatkan minat baca, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan komunikasi, menambah wawasan, mengembangkan kreativitas, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bireuen.

Irfan berharap Festival Literasi Daerah 2026 mampu memperkuat minat masyarakat dalam membaca dan menulis serta menanamkan nilai-nilai pengetahuan secara luas, khususnya kepada generasi muda.

“Festival Literasi Daerah Kabupaten Bireuen 2026 ini diharapkan menjadi bagian dari gerakan jangka panjang untuk menumbuhkan masyarakat yang gemar membaca, kritis dalam menerima informasi, kreatif, dan memiliki kemampuan menghadapi tantangan perubahan zaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, perpustakaan ke depan diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat kolaborasi, tempat berbagi ide, mengembangkan kreativitas, serta membangun jejaring antara pegiat literasi, penulis, pendidik, komunitas dan masyarakat.

“Festival ini diharapkan menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan, pegiat literasi dan masyarakat untuk bersama-sama membangun kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing,” pungkas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bireuen.

Penulis: Neng Juli