ACEH TIMUR – Tujuh bulan setelah banjir besar melanda kawasan pedalaman Kabupaten Aceh Timur, kondisi pendidikan di SDN Ranto Panyang Rubek, Desa Sijudo, Kecamatan Pante Bidari, masih memprihatinkan. Hingga kini, puluhan siswa masih harus mengikuti proses belajar mengajar di bawah tenda darurat karena bangunan sekolah mereka rusak berat akibat terjangan banjir pada akhir tahun 2025 lalu.

Kepala SDN Ranto Panyang Rubek, Asrul Sani, mengatakan sebanyak 35 siswa masih menjalani kegiatan belajar di fasilitas sementara yang jauh dari kata layak. Menurutnya, sekolah tersebut telah masuk dalam rencana revitalisasi karena membutuhkan pembangunan gedung baru secara menyeluruh.

“Sebanyak 35 siswa saat ini masih belajar di bawah tenda. Informasi yang kami terima, sekolah ini masuk dalam program revitalisasi skala besar karena harus dibangun gedung baru. Namun hingga sekarang belum ada kepastian mengenai waktu pelaksanaan maupun pihak yang akan mengerjakannya,” ujar Asrul Sani, Senin (15/6).

Ia menjelaskan, lokasi sekolah lama kini telah ditetapkan sebagai zona merah rawan banjir sehingga tidak memungkinkan untuk digunakan kembali. Karena itu, pihak sekolah bersama pemerintah desa dan instansi terkait telah menyiapkan lokasi baru yang dinilai lebih aman.

“Lahan baru sudah tersedia di kawasan perbukitan yang lebih aman dari ancaman banjir. Seluruh dokumen dan administrasi pendukung juga telah disiapkan agar proses relokasi dan pembangunan dapat segera direalisasikan,” jelasnya.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran bagi para orang tua dan masyarakat setempat, terutama menjelang dimulainya tahun ajaran baru. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret agar para siswa dapat kembali belajar dalam lingkungan yang layak dan aman.

Sekretaris Desa Sijudo, Wendi, menyampaikan harapan besar masyarakat agar pembangunan gedung sekolah baru tidak lagi tertunda. Menurutnya, pendidikan anak-anak tidak boleh terhambat akibat lambannya proses pembangunan.

“Kami berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan sekolah baru. Anak-anak berhak mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak sehingga dapat belajar dengan nyaman tanpa harus bertahan di bawah tenda darurat, terutama saat cuaca buruk,” kata Wendi.

Masyarakat Desa Sijudo berharap perhatian pemerintah terhadap pembangunan kembali SDN Ranto Panyang Rubek dapat segera diwujudkan, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung normal dan masa depan pendidikan anak-anak di wilayah pedalaman Aceh Timur tetap terjaga.

Penulis: Masri