Jakarta – Pintu kolaborasi bisnis dengan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro mulai dibuka lebih lebar. Melalui “Jakpro Market Sounding”, Jakpro bersama Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Jakarta Selatan mempertemukan pelaku usaha dengan jajaran pimpinan perusahaan dalam sebuah forum business matching.

Kegiatan yang digelar Selasa, 29 September 2026, pukul 14.00–18.20 WIB di Half Pattinus, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, bukan sekadar forum perkenalan. Agenda ini dirancang sebagai ruang untuk mempertemukan kebutuhan bisnis Jakpro dengan kapasitas, inovasi, teknologi, serta pengalaman perusahaan-perusahaan yang berpotensi menjadi mitra.

Yang menjadi sorotan, 15 perusahaan terpilih mendapat kesempatan bertemu langsung dengan jajaran Direksi Jakpro melalui agenda Business Matching Dinner Vol. SAYA. Format ini membuka ruang komunikasi yang lebih langsung antara pengambil keputusan perusahaan dengan calon mitra usaha.

Forum bertajuk “Jakpro Market Sounding, powered by HIPMI Jakarta Selatan” tersebut turut menghadirkan sejumlah tokoh, di antaranya Ketua Umum BPD HIPMI Jaya M. Riandy Haroen, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Iwan Takwin, serta Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Selatan Dzaki Adinda Husna.

Sektor yang dibidik pun tidak main-main. Berdasarkan materi kegiatan, Jakpro membuka peluang bagi perusahaan yang memiliki kompetensi di bidang properti dan kawasan komersial, konstruksi dan rekayasa, infrastruktur digital, mobilitas dan utilitas kota, transportasi dan Transit Oriented Development (TOD), hingga lingkungan dan ESG.

Artinya, forum ini bukan hanya tentang siapa yang hadir, tetapi juga tentang siapa yang mampu menawarkan solusi dan kapasitas untuk menjawab kebutuhan pengembangan bisnis serta proyek perkotaan Jakarta.

Sebagai BUMD milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Jakpro memiliki portofolio di sektor properti, infrastruktur, transportasi, kawasan, dan pengembangan proyek strategis perkotaan. Ruang kolaborasi dengan sektor swasta menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem usaha yang dapat mendukung pengembangan Jakarta.

Melalui market sounding ini, peluang bisnis dipertemukan dengan kemampuan dunia usaha. Selanjutnya, bagaimana peluang tersebut berkembang menjadi kerja sama konkret tentu akan bergantung pada proses seleksi, kebutuhan proyek, serta mekanisme bisnis yang berlaku.

Lima belas perusahaan yang terpilih kini mendapat kesempatan berada di satu meja dengan jajaran pimpinan Jakpro. Dari meja inilah, peluang kolaborasi baru untuk Jakarta mulai dibicarakan.

(Ag)