Banda Aceh – Bupati Pidie, H. Sarjani Abdullah, SH., MH., menghadiri Rapat Koordinasi dan Evaluasi Capaian Penanganan serta Percepatan Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi di Aceh yang berlangsung di Gedung Serbaguna, Gedung D Kantor Gubernur Aceh, Selasa (9/6/2026).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas PRRP) serta dihadiri oleh unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan terkait.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Aceh berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. Selain itu, rapat juga menjadi forum evaluasi terhadap berbagai program penanganan yang telah dilaksanakan di daerah terdampak.

Pelaksanaan rapat koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang digelar bersama Wakil Ketua DPR RI dan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Hidrometeorologi pada 25 Mei 2026 di Gedung Nusantara IV DPR RI, Jakarta.

Dalam forum tersebut, para kepala daerah diberikan kesempatan untuk menyampaikan perkembangan penanganan bencana di wilayah masing-masing, termasuk berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam proses pemulihan pascabencana.

Bupati Pidie H. Sarjani Abdullah menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Pidie untuk terus mendukung langkah-langkah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, khususnya bagi masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Kabupaten Pidie.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten sangat penting dalam mempercepat pemulihan infrastruktur, pelayanan publik, serta pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana.

Rapat koordinasi ini juga membahas berbagai strategi percepatan penyaluran bantuan, pembangunan kembali fasilitas umum, serta penguatan mitigasi bencana guna mengurangi risiko dan dampak bencana serupa di masa mendatang.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan proses penanganan dan pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Aceh dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang terdampak.