Pidie – Komitmen TNI Angkatan Darat dalam membuka peluang pengabdian bagi generasi muda terus disosialisasikan hingga ke pelosok desa. Melalui komunikasi sosial (Komsos), Babinsa Koramil 17/Geumpang Kodim 0102/Pidie, Sertu Sarman, aktif memberikan informasi mengenai penerimaan prajurit Bintara dan Tamtama Prajurit Karier (PK) TNI AD kepada masyarakat, khususnya kalangan pemuda di Desa Lutueng, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Babinsa untuk mendekatkan informasi rekrutmen TNI AD kepada masyarakat, sekaligus memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai persyaratan, peluang, dan mekanisme penerimaan prajurit secara resmi.
Dalam Komsos tersebut, Sertu Sarman menjelaskan sejumlah persyaratan penerimaan Bintara dan Tamtama PK TNI AD, termasuk ketentuan usia 17 hingga 26 tahun, status , perilaku, serta tinggi badan yang harus dipenuhi oleh calon prajurit sesuai dengan ketentuan rekrutmen yang berlaku.
Ia menyampaikan bahwa kesempatan menjadi prajurit TNI AD terbuka bagi putra-putra Indonesia berusia 17–26 tahun yang memenuhi persyaratan dan mampu melewati seluruh tahapan seleksi yang telah ditetapkan.
Menurutnya, sosialisasi secara langsung ke desa-desa sangat penting agar informasi mengenai penerimaan prajurit dapat diketahui secara luas, terutama oleh pemuda yang memiliki keinginan untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara, tetapi belum memahami prosedur pendaftarannya.
“Melalui kegiatan Komsos ini, kami ingin memberikan informasi dan pemahaman kepada para pemuda bahwa menjadi prajurit TNI AD merupakan salah satu jalan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Bagi yang berminat dan berusia 17 hingga 26 tahun, persiapkan diri sejak dini, baik dari segi kesehatan, fisik, mental, maupun pengetahuan, serta pahami seluruh persyaratan yang berlaku,” ujar Sertu Sarman.
Ia juga menegaskan bahwa proses penerimaan prajurit TNI AD dilaksanakan melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak dipungut biaya. Karena itu, masyarakat diimbau agar tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah uang.
“Jangan mudah percaya kepada siapa pun yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. Ikuti informasi dari saluran resmi rekrutmen TNI AD dan persiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Kesempatan ini hendaknya dimanfaatkan oleh generasi muda berusia 17 hingga 26 tahun yang benar-benar memiliki tekad untuk mengabdi kepada negara,” tambahnya.
Sementara itu, Syahril, salah seorang warga Desa Lutueng, menyambut baik kegiatan sosialisasi yang dilakukan Babinsa. Menurutnya, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat selalu memberikan manfaat karena tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menghadirkan informasi baru yang dibutuhkan warga.
“Kami senang dengan kehadiran Babinsa yang selalu menyampaikan informasi bermanfaat kepada masyarakat. Melalui penjelasan ini, kami menjadi lebih memahami adanya peluang bagi para pemuda berusia 17 hingga 26 tahun untuk mengikuti seleksi penerimaan Bintara dan Tamtama TNI AD, termasuk pentingnya mengetahui persyaratan dan prosedur pendaftarannya,” ungkap Syahril.
Ia berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar semakin banyak pemuda di wilayah pedesaan yang memperoleh informasi mengenai kesempatan mengabdi melalui TNI AD dan dapat mempersiapkan diri dengan baik.
Melalui sosialisasi yang berkelanjutan, Babinsa Koramil 17/Geumpang berupaya menjadi penghubung informasi antara TNI dan masyarakat, sekaligus mendorong tumbuhnya semangat nasionalisme serta keinginan generasi muda untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara.
Langkah tersebut juga mencerminkan peran Babinsa yang tidak hanya menjaga kondusivitas wilayah, tetapi turut memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat dalam berbagai bidang, termasuk membuka wawasan generasi muda mengenai peluang pengabdian melalui institusi TNI.
Dengan informasi yang benar, persiapan yang matang, dan semangat pengabdian yang kuat, generasi muda berusia 17 hingga 26 tahun di pelosok Pidie diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan untuk mengikuti seleksi prajurit TNI AD secara jujur, transparan, dan sesuai ketentuan.











