Pidie – Suasana kebersamaan tampak hangat di Cafe Qahwadi, Gampong Pulo Mesjid II, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Rabu (17/6/2026). Sejumlah pemuda desa bersama warga setempat berkumpul untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026 melalui kegiatan nonton bareng (nobar) yang diinisiasi oleh Babinsa Koramil 16/Tangse Kodim 0102/Pidie, Sertu Iskandar.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat pecinta sepak bola, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui komunikasi yang lebih akrab dan humanis.
Sertu Iskandar mengatakan, kebersamaan dalam kegiatan sederhana seperti nonton bareng memiliki nilai positif dalam memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Menurutnya, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tugas pembinaan teritorial, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan warga binaan.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin terus menjalin silaturahmi dengan masyarakat, khususnya para pemuda. Di sela-sela menikmati pertandingan sepak bola, kita dapat saling bertukar pikiran, mempererat persaudaraan, serta menjaga kebersamaan di lingkungan desa,” ujarnya.
Antusiasme warga terlihat sejak pertandingan dimulai. Para pemuda memadati Cafe Qahwadi untuk menyaksikan laga bergengsi ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut. Sorak sorai dan tepuk tangan mewarnai suasana, menciptakan kebersamaan tanpa sekat.
Salah satu warga Gampong Pulo Mesjid II, M. Iqbal,mengaku mengapresiasi tayangan Piala Dunia 2026 yang dapat disaksikan secara gratis melalui stasiun televisi nasional.
Menurutnya, kebijakan tersebut memberikan manfaat luas bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang selama ini kesulitan mengakses siaran pertandingan karena keterbatasan biaya.
“Kami sangat mengapresiasi adanya tayangan Piala Dunia secara gratis melalui TVRI. Ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati pertandingan sepak bola kelas dunia hingga akhir kompetisi tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan,” kata Iqbal.
Ia menilai, selain menjadi hiburan yang dinantikan masyarakat, tayangan tersebut juga membawa dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil di desa, khususnya pemilik warung kopi dan kafe.
“Saat ada nobar seperti ini, warung kopi menjadi lebih ramai. Para pelaku UMKM mendapatkan tambahan pelanggan sehingga perputaran ekonomi masyarakat ikut bergerak. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi ajang memperkuat silaturahmi, persatuan, dan kebersamaan antarwarga,” tambahnya.
Kegiatan nonton bareng Piala Dunia 2026 di Tangse menjadi gambaran bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga. Lebih dari itu, sepak bola mampu menjadi ruang perjumpaan yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat, mempererat hubungan sosial, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi usaha-usaha kecil di tingkat desa.
Di tengah euforia pesta sepak bola dunia, semangat gotong royong, persaudaraan, dan kedekatan antara TNI dengan rakyat tetap menjadi nilai utama yang terus dijaga di tengah kehidupan masyarakat.











