Pidie – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak boleh dianggap sepele. Di tengah potensi kondisi lahan yang mudah terbakar, jajaran Kodim 0102/Pidie melalui Babinsa Koramil 16/Tangse turun langsung ke lapangan untuk mencegah api sebelum berubah menjadi bencana.
Langkah preventif itu dilakukan Babinsa Koramil 16/Tangse, Sertu Suhermasyah, dengan melaksanakan patroli sekaligus menyambangi masyarakat di Desa Blang Jeurat, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Minggu (4/10/2026).
Patroli tersebut menjadi bentuk kewaspadaan aparat terhadap potensi Karhutla, terutama praktik membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika tidak diawasi, api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merambat ke lahan maupun kawasan di sekitarnya.
Saat berada di lapangan, Sertu Suhermasyah tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga berkomunikasi langsung dengan warga. Ia memberikan peringatan agar masyarakat tidak mengambil jalan pintas dengan membakar lahan.
“Pencegahan lebih baik dilakukan sejak dini. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan,” tegas Sertu Suhermasyah.
Tidak berhenti pada patroli, Babinsa juga memasang spanduk imbauan pencegahan Karhutla di sejumlah titik strategis. Pesan tersebut ditujukan agar masyarakat terus mengingat bahwa kelalaian sekecil apa pun dalam menggunakan api dapat menimbulkan dampak yang jauh lebih besar.
Karhutla bukan semata persoalan aparat. Kesadaran dan kepedulian masyarakat menjadi benteng pertama untuk mencegah api meluas. Karena itu, warga diminta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas pembakaran lahan maupun tanda-tanda munculnya titik api.
Melalui patroli, komunikasi sosial dan pemasangan imbauan tersebut, Babinsa Koramil 16/Tangse mempertegas komitmen pencegahan Karhutla dari tingkat desa. Pesannya jelas: jangan tunggu api membesar baru bertindak cegah sebelum menjadi bencana.









