PIDIE – Pendataan sosial kini semakin bergeser ke sistem digital. Namun, bagi sebagian masyarakat, proses pengisian data melalui aplikasi masih menjadi persoalan tersendiri. Kesalahan memasukkan informasi dapat memengaruhi ketepatan data dan berpotensi menghambat proses pelayanan sosial.

Melihat kondisi tersebut, Babinsa Koramil 15/Tiro Kodim 0102/Pidie, Serka Kuntoro, turun langsung mendampingi warga Desa Pulo Tambo, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Kamis (1/10/2026).

Pendampingan dilakukan untuk membantu masyarakat memahami tata cara pengisian data melalui aplikasi Perlinsos, sekaligus memastikan warga mengetahui pentingnya memberikan informasi yang benar, lengkap dan sesuai kondisi sebenarnya.

Serka Kuntoro menegaskan, pendataan bukan sekadar mengisi kolom dalam aplikasi. Akurasi informasi menjadi bagian penting agar data sosial yang dihimpun dapat menggambarkan kondisi masyarakat secara tepat.

“Pendampingan ini kami lakukan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan saat mengisi data melalui aplikasi. Data yang diisi harus sesuai dengan kondisi sebenarnya sehingga proses pendataan dapat berjalan lebih tertib dan akurat,” jelas Serka Kuntoro.

Ia juga meminta masyarakat tidak asal memberikan informasi. Warga diimbau lebih teliti sebelum mengirimkan data serta menjaga informasi pribadi agar tidak diberikan kepada pihak yang tidak berkepentingan.

Bagi warga yang belum terbiasa menggunakan layanan digital, pendampingan seperti ini menjadi penting. Tidak semua masyarakat memiliki tingkat pemahaman teknologi yang sama, sehingga penjelasan secara langsung dapat membantu mencegah kesalahan saat proses penginputan.

Salah seorang warga Desa Pulo Tambo, Nuraini, mengapresiasi pendampingan tersebut. Ia mengaku penjelasan Babinsa membantu warga yang sebelumnya masih mengalami kesulitan dalam memahami proses pengisian data secara digital.

“Kami berterima kasih kepada Babinsa yang sudah memberikan penjelasan dan membantu kami mengisi data. Dengan adanya pendampingan ini, kami menjadi lebih paham dan tidak lagi bingung saat menggunakan aplikasi,” ujar Nuraini.

Kegiatan tersebut menunjukkan peran Babinsa tidak hanya dalam aspek keamanan dan pembinaan wilayah, tetapi juga dalam membantu masyarakat menghadapi perubahan pelayanan publik yang semakin berbasis digital.

Ketepatan data menjadi kunci. Jangan sampai masyarakat kesulitan hanya karena tidak memahami cara mengisi data digital. Di sisi lain, keamanan informasi pribadi juga tidak boleh diabaikan.

Melalui pendampingan secara langsung, warga diharapkan semakin memahami proses pendataan sosial, mampu menggunakan layanan digital dengan lebih mandiri, serta dapat memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya.