PIDIE – Peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kabupaten Pidie tidak hanya diisi kegiatan seremonial. Kodim 0102/Pidie turun langsung ke lapangan melalui Gerakan Peduli Sampah dengan menyasar lingkungan Masjid Agung Al-Falah, Kota Sigli, Selasa (8/9/2026).
Dipimpin Pasiter Kodim 0102/Pidie, Lettu Inf Iwan Saragih, personel Babinsa bersama masyarakat membersihkan sampah dan merapikan kawasan halaman masjid. Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian TNI terhadap persoalan kebersihan yang bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat.

Bagi Kodim 0102/Pidie, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan mengandalkan petugas kebersihan. Setelah sampah diangkut, persoalan berikutnya adalah memastikan lingkungan tersebut tidak kembali menjadi tempat pembuangan sampah sembarangan.
“Yang paling penting bukan hanya membersihkan sampah hari ini, tetapi bagaimana membangun kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga lingkungan secara bersama-sama,” kata Lettu Inf Iwan Saragih.
Ia menegaskan, keberadaan TNI di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan pertahanan, tetapi juga kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan.
“TNI tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan pertahanan wilayah, tetapi juga harus hadir memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.
Tak berhenti di Pidie, aksi serupa juga digelar di Kabupaten Pidie Jaya. Personel TNI bersama masyarakat membersihkan kawasan pesisir Pantai Manohara, Kecamatan Meureudu.

Dua lokasi tersebut menjadi sasaran aksi dalam rangka HUT ke-81 TNI sekaligus menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. TNI dan masyarakat turun bersama, bukan sekadar membersihkan sampah, tetapi membangun kembali kepedulian terhadap ruang publik.
Gerakan tersebut juga menjadi momentum memperkuat komunikasi antara Babinsa dan masyarakat. Gotong royong di lapangan menjadi ruang perjumpaan langsung sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Mengusung semangat “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat dan Makmur”, aksi peduli sampah ini menempatkan lingkungan sebagai bagian dari kepedulian bersama. Sebab, kebersihan tidak selesai ketika sampah diangkut—persoalan baru benar-benar selesai ketika kebiasaan membuang sampah sembarangan ikut dihentikan.











