Banda Aceh – Komitmen memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas serta mendorong pembangunan Aceh kembali ditunjukkan oleh Wali Kota Sabang, H. Zulkifli H. Adam, dengan menghadiri peluncuran buku monumental “Polda Aceh Meutuah – Sabe Ta Jaga Aceh Mulia” karya Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., yang berlangsung di Landmark BSI Aceh, Banda Aceh, Rabu (3/6/2026).

Acara yang berlangsung penuh khidmat dan sarat makna tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat Pemerintah Aceh, unsur Forkopimda, TNI-Polri, para kepala daerah kabupaten/kota se-Aceh, akademisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, pimpinan lembaga, serta berbagai elemen strategis yang selama ini turut berkontribusi dalam menjaga keamanan dan pembangunan Aceh.

Kehadiran Wali Kota Sabang dalam kegiatan tersebut menjadi bukti nyata dukungan Pemerintah Kota Sabang terhadap upaya pelestarian sejarah, dokumentasi perjalanan pengabdian, serta dedikasi institusi Kepolisian Daerah Aceh dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Bumi Serambi Mekkah.

Buku “Polda Aceh Meutuah” hadir bukan sekadar sebagai karya dokumentatif, melainkan menjadi catatan berharga yang merekam perjalanan panjang pengabdian Polda Aceh dalam menjaga marwah daerah, merawat perdamaian, memperkuat persatuan, serta membangun kepercayaan publik di tengah dinamika pembangunan yang terus berkembang.

Mengusung semangat “Sabe Ta Jaga Aceh Mulia”, buku ini menggambarkan bagaimana nilai-nilai pengabdian, kepemimpinan, integritas, dan semangat kebersamaan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Aceh yang aman, damai, dan berkemajuan.

Dalam Keterangan Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M. menegaskan bahwa menjaga Aceh merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Melalui buku tersebut, ia berharap lahir kesadaran kolektif untuk terus merawat kedamaian, menjaga persatuan, serta mengawal pembangunan demi masa depan Aceh yang lebih baik.

Sementara itu, Wali Kota Sabang H. Zulkifli H. Adam menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi atas terbitnya buku tersebut. Menurutnya, karya ini memiliki nilai historis dan edukatif yang sangat penting, tidak hanya bagi institusi kepolisian, tetapi juga bagi masyarakat luas dan generasi muda Aceh.

“Buku ini menjadi bukti nyata perjalanan pengabdian yang luar biasa dari Polda Aceh dalam menjaga keamanan dan kedamaian daerah. Ini bukan hanya dokumentasi sejarah, tetapi juga sumber inspirasi bagi generasi muda untuk memahami arti pengabdian, kepemimpinan, loyalitas, dan kecintaan terhadap daerah,” ujar H. Zulkifli H. Adam.

Ia menambahkan bahwa keamanan dan ketertiban merupakan pondasi utama bagi keberhasilan pembangunan. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat harus terus diperkuat agar berbagai program pembangunan dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai gerbang paling barat Indonesia dan salah satu destinasi wisata unggulan nasional, Kota Sabang sangat membutuhkan kondisi yang aman, nyaman, dan kondusif untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata, investasi, perdagangan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Sabang akan terus mendukung setiap langkah dan program yang bertujuan memperkuat stabilitas daerah. Keamanan adalah modal utama dalam membangun kepercayaan investor, meningkatkan kunjungan wisatawan, dan mempercepat kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Peluncuran buku ini juga menjadi simbol kuatnya hubungan kemitraan antara pemerintah daerah dan institusi kepolisian dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di era modern. Semangat kolaborasi yang tergambar dalam buku tersebut diharapkan mampu menjadi energi positif dalam memperkuat solidaritas, mempererat persaudaraan, serta membangun Aceh yang semakin maju dan berdaya saing.

Lebih dari itu, launching buku “Polda Aceh Meutuah” menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan panjang Aceh dalam menjaga perdamaian dan memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam merawat hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai selama ini.

Melalui semangat “Sabe Ta Jaga Aceh Mulia”, masyarakat diajak untuk terus menjaga persatuan, memperkuat toleransi, menghormati nilai-nilai adat dan budaya, serta bersama-sama mengawal kemajuan Aceh agar tetap menjadi daerah yang religius, aman, sejahtera, dan bermartabat.

Kehadiran Wali Kota Sabang dalam kegiatan tersebut semakin menegaskan eratnya hubungan sinergis antara Pemerintah Kota Sabang dan Polda Aceh dalam menciptakan situasi yang kondusif, mendukung pembangunan daerah, serta memperkuat posisi Sabang sebagai destinasi wisata unggulan dan beranda terdepan Indonesia di ujung barat Nusantara.

Launching Buku “Polda Aceh Meutuah” bukan sekadar peluncuran sebuah karya tulis, melainkan sebuah penegasan bahwa keamanan, persatuan, kolaborasi, dan pengabdian adalah fondasi utama dalam mewujudkan Aceh yang mulia, bermartabat, dan berkemajuan untuk generasi kini dan masa depan.

(Eric Karno)