PIDIE, 27 Februari 2026 Pemerhati Kebijakan Publik Aceh, Isa Alima, mengapresiasi pelaksanaan Safari Ramadhan 1447 Hijriah/2026 M yang digelar Pemerintah Kabupaten Pidie melalui Dinas Syariat Islam bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI). Program yang menyasar 23 masjid tingkat kecamatan ini dinilai sebagai momentum strategis untuk menguatkan peran masjid, mempererat hubungan pemerintah dengan masyarakat, serta investasi penting dalam pembangunan moral dan ketahanan sosial.
Isa Alima, yang juga mantan anggota DPRK Pidie, menekankan bahwa Safari Ramadhan bukan sekadar agenda rutin tahunan. Ia menilai kehadiran langsung pemerintah di masjid, dengan membawa pesan keagamaan sekaligus bantuan nyata, sebagai wujud kehadiran negara yang benar-benar menyentuh denyut kehidupan umat.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi ruang pembinaan akhlak, pusat persatuan, dan penyangga ketenangan sosial. Safari Ramadhan ini menunjukkan bahwa Pemkab Pidie memahami posisi strategis masjid dalam membangun masyarakat yang beriman dan beradab. Ini adalah momentum tepat untuk mempererat tali silaturahmi antara umara dan ulama, antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Isa Alima.
Ia secara khusus mengapresiasi kebijakan pemberian dana hibah sebesar Rp10 juta untuk setiap masjid yang dikunjungi. Menurutnya, bantuan tersebut bukan sekadar angka dalam laporan, melainkan bentuk kepedulian yang dirasakan langsung oleh pengurus masjid dan jamaah.
“Di tengah keterbatasan anggaran dan banyaknya kebutuhan masyarakat, Pemkab Pidie memilih untuk tetap memuliakan masjid. Ini pilihan kebijakan yang bernilai, karena investasi pada masjid sejatinya adalah investasi pada moral dan ketahanan sosial. Dengan menghidupkan masjid, kita menghidupkan nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi masyarakat yang beradab,” ungkapnya.
Isa Alima menambahkan, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari kekuatan spiritual dan harmoni sosial. Ia menilai Safari Ramadhan menjadi jembatan penting antara kebijakan pemerintah dan nilai-nilai syariat yang hidup di tengah masyarakat Aceh, khususnya di Kabupaten Pidie.
Sebagai putra daerah yang pernah duduk di lembaga legislatif, Isa Alima berharap program semacam ini terus dijaga konsistensinya dan ditingkatkan kualitasnya. Ia mendorong agar Safari Ramadhan tidak hanya berisi seremonial dan penyerahan bantuan, tetapi juga dialog yang jujur dan terbuka antara pemerintah dan jamaah masjid.
“Masjid adalah tempat paling jujur untuk mendengar suara rakyat. Jika pemerintah mau mendengar dari saf ke saf, dari imam ke jamaah, maka kebijakan yang lahir akan lebih membumi dan berkeadilan,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program-program keagamaan yang berorientasi pada penguatan nilai, persatuan, dan kepedulian sosial. Menurutnya, Ramadhan adalah momentum terbaik untuk merajut kembali kepercayaan, menenangkan luka sosial, dan menyatukan langkah menuju Pidie yang lebih bermartabat.
“Ramadhan mengajarkan kita bahwa kekuasaan sejati adalah melayani, dan kemuliaan lahir dari keikhlasan. Ketika pemerintah hadir dengan niat baik, dan rakyat menyambut dengan doa, di situlah keberkahan daerah dibangun,” tutup Isa Alima.
Dengan Safari Ramadhan yang menjangkau 23 masjid kecamatan dan disertai bantuan hibah, Isa Alima menilai Pemkab Pidie telah menunjukkan wajah pemerintahan yang tidak berjarak hadir, mendengar, dan peduli. Sebuah langkah yang patut diapresiasi dan dijadikan teladan dalam membumikan nilai syariat di Tanah Pidie.









